Banner Iklan

Riyayan Jemursari Diserbu Warga Gubernur Khofifah Diserbu Warga, Ribuan Orang Nikmati Kuliner UMKM Gratis

Anis Hidayatie
23 Maret 2026 | 07.00 WIB Last Updated 2026-03-23T00:00:45Z


 Riyayan Jemursari Diserbu Warga Ribuan Orang Nikmati Kuliner UMKM Gratis, Gubernur Khofifah: Perkuat Harmoni Tanpa Sekat

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai hari kedua perayaan riyayan Idul Fitri di kediaman Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di kawasan Jemursari, Surabaya, Minggu (22/3). Ribuan warga dari berbagai daerah tampak antusias hadir, bersilaturahmi sekaligus menikmati hidangan kuliner UMKM secara gratis.

Sejak pagi, kawasan sekitar kediaman gubernur dipadati masyarakat dari beragam latar belakang. Tidak hanya warga Surabaya, masyarakat dari luar kota hingga berbagai kelompok usia turut memeriahkan tradisi tahunan tersebut. Bahkan, puluhan pengemudi ojek online juga terlihat ikut membaur dalam suasana penuh keakraban.

Kegiatan riyayan ini digelar selama dua hari, 22–23 Maret 2026, dalam dua sesi setiap harinya, yakni pukul 10.00–13.00 WIB dan 19.00–21.00 WIB. Momentum ini menjadi ruang perjumpaan langsung antara pemimpin dan masyarakat tanpa sekat, sekaligus memperkuat nilai-nilai harmoni sosial di Jawa Timur.

Tak sekadar bersilaturahmi, warga yang hadir juga dimanjakan dengan beragam sajian kuliner dari pelaku UMKM dan pedagang kaki lima. Menu yang disuguhkan pun beragam, mulai dari soto ayam, semanggi, nasi goreng, mi goreng hingga tahu campur. Seluruh hidangan tersebut dapat dinikmati secara gratis oleh para tamu yang hadir.

Suasana semakin semarak dengan lantunan musik religi yang mengiringi momen kebersamaan. Warga tampak menikmati setiap hidangan sambil bercengkerama, menciptakan nuansa kekeluargaan yang kental.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa penyediaan hidangan dari pelaku UMKM ini merupakan bagian dari upaya melibatkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat kecil dalam momentum hari raya.

“Melarisi UMKM dengan menyediakan hidangan untuk tamu-tamu riyayan di Jemursari menjadi bagian dari kebersamaan kita. Terima kasih semuanya. Mohon maaf lahir batin. Semoga Allah mempertemukan kita kembali dengan Ramadan mendatang,” tuturnya.

Ia menambahkan, tradisi riyayan menjadi ikhtiar memperkuat silaturahmi sekaligus menumbuhkan energi kebersamaan di tengah masyarakat.

“Silaturahmi itu menurut Rasulullah bisa memanjangkan umur dan meluaskan rezeki. Harapan kita, ini menguatkan seduluran di antara masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, menghadirkan ruang silaturahmi lintas kalangan merupakan bagian penting dalam membangun harmoni sosial di Jawa Timur.

“Kita berbahagia bisa menerima tamu dari berbagai kalangan. Semoga setiap sapaan membawa kebahagiaan. Ketika kita membahagiakan yang di bumi, maka yang di langit akan membahagiakan kita semua,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah berharap energi positif dari perayaan Idul Fitri dapat terus ditransformasikan menjadi semangat gotong royong dalam membangun Jawa Timur yang lebih sejahtera.

“Harapannya, tradisi silaturahmi seperti ini bisa terus dipererat dan dilestarikan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Antusiasme warga pun terasa nyata. Fauziah, warga Ampel Surabaya, mengaku rutin menghadiri riyayan di kediaman gubernur setiap hari kedua Lebaran bersama keluarganya.

“Saya selalu ke sini setiap hari kedua Lebaran. Ini sudah tahun ketujuh. Senang sekali bisa datang bersama anak-anak, makanannya juga enak-enak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Asiyah yang mengaku bahagia bisa bertemu dan bersalaman langsung dengan Gubernur Khofifah. Ia berharap tradisi tersebut terus berlanjut setiap tahun.

Sementara itu, Koordinator Gaspol Ojol Perempuan Jawa Timur, Dhea, menyebut kehadiran mereka sebagai bentuk silaturahmi sekaligus apresiasi terhadap kepemimpinan Khofifah yang dinilai peduli terhadap perempuan, khususnya kelompok rentan.

“Kami bersyukur memiliki pemimpin perempuan yang peduli dan menjadi motivator bagi perempuan di Jawa Timur. Banyak prestasi yang sudah beliau buktikan,” ungkapnya.

Tradisi riyayan di Jemursari ini pun kembali menegaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan, membangun kepedulian, dan menumbuhkan kebersamaan tanpa sekat di tengah masyarakat. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Riyayan Jemursari Diserbu Warga Gubernur Khofifah Diserbu Warga, Ribuan Orang Nikmati Kuliner UMKM Gratis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now