![]() |
| Relawan SPPG Sukodadi Wagir |
Pelatihan tersebut dihadiri tiga tim dari SPPG Brongkal 2, SPPG Wandanpuro, serta 25 relawan dari SPPG Sukodadi Wagir. Peserta terdiri dari asisten lapangan, jurutama masak, tim pengolahan, tim persiapan, dan tim pemorsian. Keterlibatan seluruh unsur ini bertujuan agar setiap tahapan produksi makanan memiliki standar pemahaman yang sama, mulai dari persiapan bahan hingga pendistribusian.
Materi pelatihan meliputi kebijakan keamanan pangan siap saji, cemaran pangan, tahapan proses produksi, pemeliharaan lingkungan kerja, sanitasi peralatan, serta higiene perorangan. Rangkaian materi tersebut dirancang untuk memastikan makanan yang diproduksi tetap aman hingga diterima oleh siswa.
Pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Sapta Prasetyana, menyoroti kedisiplinan penggunaan alat pelindung diri sebagai tantangan yang kerap dihadapi penjamah makanan.
“Masalah yang kerap kali dihadapi oleh penjamah makanan itu indisipliner dalam penggunaan APD, terutama masker, karena mereka sebagian besar berkecimpung di lingkungan yang panas dan berasap. Saat tidak menggunakan masker, asap atau panas yang tidak tertangkap blower dapat meningkatkan risiko bagi relawan. Walaupun tidak langsung menyebabkan penyakit, tetap meningkatkan risiko penyakit ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan panitia penyelenggara dari Pesantren Entrepreneur Muhammadiyah, Farida, menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terkait kebersihan dan sterilisasi.
“Harapan kami semua relawan SPPG itu mengerti tentang kebersihan dan sterilisasi lingkungan, makanan, air, alat. Pelatihan ini diberikan agar masing-masing tim dari persiapan, pengolahan, penyajian hingga pendistribusian memiliki pemahaman tentang menjaga kualitas makanan agar tetap aman konsumsi sampai kepada para penerima manfaat,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi upaya menjaga kebersihan lingkungan dapur sekaligus meningkatkan kualitas makanan yang akan diberikan kepada siswa. Dengan mengikuti diklat tersebut, SPPG Sukodadi Wagir diharapkan semakin siap menjalankan operasional dapur secara higienis, terstandar, dan aman bagi penerima manfaat program MBG di wilayah Wagir.
Pewarta: Nur Hamid Abdissalam







Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?