Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Wanti wanti Soal Urbanisasi Pasca Lebaran, Minta Pemerintah Evaluasi TKD

Anis Hidayatie
23 Maret 2026 | 07.18 WIB Last Updated 2026-03-23T00:18:17Z

 


Soroti Ledakan Urbanisasi Usai Lebaran, Neng Lia Desak Evaluasi TKD demi Selamatkan Ekonomi Daerah

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Fenomena urbanisasi pasca libur Lebaran 1447 Hijriah kembali menjadi sorotan serius. Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan keprihatinannya terhadap lonjakan perpindahan penduduk dari desa ke kota yang dinilai semakin tidak terkendali dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial-ekonomi baru.

Perempuan yang akrab disapa Neng Lia itu menegaskan bahwa urbanisasi bukan sekadar dinamika kependudukan biasa, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas sosial dan keberlanjutan ekonomi nasional. Menurutnya, banyak masyarakat desa tergoda oleh gambaran kesejahteraan di kota yang kerap kali tidak sesuai dengan kenyataan.

“Lonjakan urbanisasi itu tidak bagus untuk keberdayaan ekonomi bangsa kita. Akhirnya justru muncul angka pengangguran baru dari masyarakat pendatang di kota-kota besar,” tegas Neng Lia dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, para pendatang umumnya datang tanpa bekal keterampilan memadai. Kondisi tersebut membuat mereka harus memulai dari nol di lingkungan yang kompetitif, sehingga rentan menghadapi pengangguran, kemiskinan, hingga persoalan sosial lainnya.

Tak hanya berdampak di kota, Neng Lia juga menyoroti kerugian besar yang dialami daerah asal. Arus perpindahan tenaga produktif ke kota menyebabkan potensi ekonomi desa tidak berkembang secara optimal.

“Kalau semua orang memilih meninggalkan daerahnya, lalu siapa yang mau mengurus dan membangun daerah tersebut? Ini adalah kerugian besar bagi pemerataan pembangunan,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Neng Lia mendesak pemerintah pusat untuk mengevaluasi kebijakan fiskal, khususnya skema Transfer Keuangan ke Daerah (TKD). Ia menilai, pemotongan anggaran TKD di sejumlah wilayah justru bertolak belakang dengan upaya pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan.

“Kami berharap pemerintah pusat mengkaji ulang terkait pemotongan TKD. Bagaimana mungkin daerah bisa mandiri jika sokongan anggarannya justru dikurangi di tengah tantangan ekonomi yang berat?” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong adanya penguatan TKD, terutama bagi daerah yang membutuhkan stimulus ekonomi. Menurutnya, peningkatan anggaran tersebut dapat mendorong penciptaan lapangan kerja di daerah, sehingga masyarakat tidak perlu meninggalkan kampung halaman demi mencari penghidupan.

Neng Lia menekankan bahwa kunci menekan urbanisasi adalah dengan menciptakan keseimbangan pembangunan antara desa dan kota. Ketika fasilitas publik dan peluang kerja di desa semakin baik, maka masyarakat akan memiliki alasan kuat untuk tetap tinggal dan membangun daerahnya.

“Jangan sampai warga melakukan urbanisasi hanya karena mereka merasa kekurangan kesempatan kerja di tempat asalnya. Kita harus menciptakan alasan bagi warga untuk tetap bangga membangun desanya,” imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Neng Lia berharap adanya sinergi antara kebijakan fiskal pemerintah pusat dan inovasi daerah dalam memperkuat ekonomi lokal. Ia juga berkomitmen untuk terus mengawal isu ini, khususnya di Jawa Timur, agar setiap daerah memiliki daya tahan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Wanti wanti Soal Urbanisasi Pasca Lebaran, Minta Pemerintah Evaluasi TKD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now