Banner Iklan

Bertemu Wabup Gus Shobih di Ramadan Fest, Pengembang Dewe Residence Minta Izin Dipermudah

Anis Hidayatie
05 Maret 2026 | 06.31 WIB Last Updated 2026-03-04T23:32:14Z

Deni saat acara santunan anak yatim di Dewe Residence 


PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: 
Ramadan Fest di Dewe Residence, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Rabu (4/2/2026), tak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, tetapi juga ruang dialog strategis antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Dalam kesempatan itu, pihak pengembang Dewe Residence menyampaikan langsung harapan kepada Wakil Bupati Pasuruan, Gus Shobih Asrori, terkait percepatan perizinan perumahan.

Pengembang Dewe Residence menegaskan bahwa sektor properti membutuhkan kepastian dan akselerasi perizinan agar program pembangunan, termasuk yang sejalan dengan program pemerintah, dapat berjalan optimal. Menurutnya, kejelasan status lahan sejak awal sangat krusial agar tidak terjadi hambatan di tengah proses pembangunan.

“Kami sebagai developer tentu tidak ingin membeli lahan lalu ketika akan dikerjakan ternyata masuk jalur hijau atau kawasan yang tidak diperuntukkan bagi perumahan. Kami selalu mengecek melalui aplikasi dan memastikan lahan tersebut memang layak untuk hunian,” ujarnya.

Ia juga menyoroti persoalan tata ruang dan perubahan regulasi yang kerap menjadi kendala. Beberapa lahan disebut masuk kategori tertentu seperti LSD (Lahan Sawah Dilindungi), sehingga memerlukan kejelasan peta dan kebijakan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena itu, ia berharap proses perizinan dapat memiliki durasi yang jelas dan tidak berlarut-larut.

“Kalau memang bisa dipercepat, jangan terlalu lama. Ada durasi dan tahapan yang jelas, sehingga kami bisa menyesuaikan perencanaan. Ini juga berdampak pada pemasukan daerah,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kontribusi sektor perumahan terhadap pendapatan daerah tidak hanya dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang sifatnya sekali bayar. Setelah kawasan berkembang dan menjadi hunian, potensi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) akan meningkat signifikan dan berkelanjutan.

“Kalau tanah yang awalnya murah kemudian menjadi kawasan perumahan, nilai PBB-nya naik. Itu kan menjadi pemasukan rutin bagi daerah, bukan hanya sekali seperti BPHTB,” jelasnya.

Ia pun berharap pemerintah daerah dapat memberikan apresiasi kepada pengembang atau pihak yang menjadi penyumbang pajak terbesar sebagai bentuk motivasi dan kemitraan yang sehat antara swasta dan pemerintah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Pasuruan, Gus Sohobih, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini memang tengah berupaya menggali berbagai potensi pendapatan asli daerah (PAD). Kondisi keuangan daerah yang terbatas mendorong pemerintah untuk lebih kreatif dan responsif dalam mendukung sektor-sektor produktif.

“Untuk tahun ini, kondisi keuangan kita memang cukup minim. Kami dituntut untuk menggali potensi dari masing-masing daerah. Ini juga menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan pendapatan,” ungkap Gus Sohbih.

Ia mengakui bahwa sektor properti merupakan salah satu penyumbang pajak yang potensial. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah dan pengembang menjadi penting agar investasi tetap tumbuh, namun tetap sesuai dengan regulasi dan tata ruang yang berlaku.

Acara Ramadan Fest tersebut pun berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menjadi ajang silaturahmi, forum tersebut menunjukkan pentingnya komunikasi terbuka antara pelaku usaha dan pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bertemu Wabup Gus Shobih di Ramadan Fest, Pengembang Dewe Residence Minta Izin Dipermudah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now