Banner Iklan

Wisuda Program Unggulan MA Zainul Hasan 1 Genggong: Integrasi Pesantren dan Teknologi Cetak Generasi Ulul Albab

Anis Hidayatie
15 Februari 2026 | 08.21 WIB Last Updated 2026-02-15T01:22:37Z

 

Wisuda Program Unggulan MA Zainul Hasan 1 Genggong: Integrasi Pesantren dan Teknologi Cetak Generasi Ulul Albab

PROBOLINGGO | JATIMSATUNEWS.COM: MA Zainul Hasan 1 Genggong menggelar Wisuda Program unggulan Tahfidzul Qur’an, Tahqiqu Qiroatil Kutub, dan Program Studi Intensifikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Prodistik) di Gedung Islamic Center (GIC) Kraksaan, Sabtu (14/2/2026). 

Acara wisuda diikuti 194 santri, terdiri dari 117 perempuan dan 77 laki-laki, dengan suasana penuh khidmat, penuh haru mewarnai prosesi yang menjadi penanda kelulusan siswa program unggulan berbasis pesantren tersebut.

Kegiatan ini dihadiri para pengasuh pondok pesantren, Ketua Yayasan, Bupati Probolinggo diwakili staf ahli bidang ekonomi dan keuangan. Kasi Pendma Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Muhammad As’adi, M.Pd., Kepala Madrasah Ustadz Nun Ahsan Maliki, M.Pd., Dekan FIP UM Malang Dr. Yusuf Sobry, M.Pd., serta Wakil Dekan III Fakultas Syariah UIN Malang Dr. H. Miftahul Huda, S.HI., M.H. Hadir pula para orang tua wali murid, dewan guru, dan tenaga kependidikan.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Ya Lal Wathon, serta pembacaan siswa terbaik oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Ustadz Solihin, M.Pd.


Integrasi Pesantren dan Teknologi

Wisuda ini menegaskan komitmen madrasah dalam mengintegrasikan nilai-nilai kepesantrenan dengan penguasaan teknologi modern. 

Program unggulan Tahfidzul Qur’an berkolaborasi dengan JQH NU Kraksaan. Program Tahqiqu Qiroatil Kutub bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang. Sementara Program Prodistik (TIK) berkolaborasi dengan FIP Universitas Negeri Malang (UM).

Sebelumnya, pada Ahad 8 Februari telah dilaksanakan munaqosah atau uji kompetensi Tahfidzul Qur'an dan Tahqiqu Qiroatil Kutub dengan menghadirkan dosen Fakultas Syariah UIN Malang sebagai penguji. Langkah ini menjadi bagian dari penguatan mutu akademik dan standar kompetensi lulusan.

Melalui sinergi tersebut, MA Zainul Hasan I Genggong menegaskan diri sebagai madrasah unggulan berbasis pesantren yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kepala Madrasah, Ustadz Nun Ahsan Maliki, M.Pd., menyampaikan:

“Semoga ilmu yang didapat para santri menjadi ilmu yang barokah, bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.”

Ia menjelaskan capaian santri melalui program unggulan:

Tahfidzul Qur’an: Santri minimal menghafal 7 juz untuk dapat mengikuti wisuda. Proses verifikasi munaqosah dan tahqiq dibimbing langsung mitra dari JQH NU Kraksaan. Target hafalan setiap tahun adalah 5 juz, sehingga dalam 3 tahun mencapai 15 juz.

Tahqiq Qiroatil Kutub: Fokus pada penguatan keagamaan; santri mampu menterjemah dan mensyarah kitab klasik. Program ini didominasi santri laki-laki dan bekerja sama dengan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang.

Prodistik (TIK): Menekankan integrasi pesantren dan teknologi modern, bekerja sama dengan FIT Universitas Negeri Malang sejak 2023.

Dalam prosesi tersebut diumumkan para wisudawan terbaik:

Terbaik I Tahqiqu Qiroatil Kutub: Ismail

Terbaik I Tahfidzul Qur’an: Cinta Maulidya

Terbaik I Prodistik (TIK): Luluk Fu’ada

IPK Tertinggi: Nur Fadila Fidotul Jannah (3,84)

Prestasi tersebut menjadi bukti dedikasi siswa dalam memadukan kedalaman spiritual, kecakapan akademik, dan penguasaan teknologi.

Orasi ilmiah disampaikan Dr. H. Miftahul Huda dengan tema “Menjadi Generasi Ulul Albab di Era Disrupsi.” Ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan momentum tanggung jawab moral.

“Hari ini bukan sekadar perpindahan tali toga. Gelar alumni bukan hanya simbol akademis, tetapi juga amanah moral,” ujarnya.

Menurutnya, generasi ulul albab adalah mereka yang mampu menyeimbangkan kedalaman dzikir dan ketajaman pikir—cerdas secara intelektual, kuat secara spiritual, serta tanggap secara sosial.

Ia juga menekankan pentingnya akhlakul karimah di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

“Kecerdasan buatan (AI) mungkin mampu menggantikan logika manusia, tetapi tidak akan pernah menggantikan akhlak dan intuisi spiritual,” tegasnya.

Para lulusan pun didorong untuk tidak sekadar menjadi konsumen teknologi, tetapi produsen solusi yang membawa maslahat bagi umat.

Dr Miftah menambahkan "Para wisudawan Program Tahfidz memiliki peluang besar untuk melanjutkan studi jenjang S1 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mereka dapat memperdalam keilmuan di Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Syariah."

"Sementara itu, lulusan Program Tahqiq Qira’atil Kutub juga dapat melanjutkan studi di Fakultas Syariah UIN Malang. Selain memperdalam kajian keislaman, mereka berkesempatan bergabung dan mengembangkan diri bersama Unit Turats Fakultas Syariah" Tegas WD III Fakultas Syariah.

Wisuda ini menjadi tonggak awal perjalanan para lulusan menapaki fase kehidupan berikutnya. Berbekal hafalan Al-Qur’an, kemampuan tahqiq kitab, serta kompetensi teknologi informasi, para wisudawan diharapkan mampu tampil sebagai generasi ulul albab yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing global.

Pada akhir acara pemberian cinderamata kepada mitra MA Zainul Hasan I Genggong yaitu Bupati Probolinggo, JQH NU Kraksaan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Negeri Malang, Kasi Pendma Kemenag kab Probolinggo.

Acara ditutup dengan doa oleh KH.  Mohammad Hasan Zidni Ilma pengasuh pondok pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. ANS


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wisuda Program Unggulan MA Zainul Hasan 1 Genggong: Integrasi Pesantren dan Teknologi Cetak Generasi Ulul Albab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now