Banner Iklan

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin Hadiri Promosi Doktor Julio Tomas Pinto, Soroti Peran Militer dan Identitas Negara

Anis Hidayatie
14 Februari 2026 | 15.23 WIB Last Updated 2026-02-14T08:23:15Z

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin Hadiri Promosi Doktor Ex Menhan Julio Tomas Pinto 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menghadiri ujian promosi doktor mantan Menteri Pertahanan Timor Leste Julio Tomas Pinto di Aula GKB IV Universitas Muhammadiyah Malang. Kehadirannya sekaligus menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut serta pentingnya kajian militer dalam konteks sejarah, identitas bangsa, dan pembangunan negara.

Dalam wawancara khusus, Ali Muthohirin menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Julio menjalani ujian doktor terbuka yang menyoroti transformasi militer dan sejarah pertahanan Timor Leste. Ia menilai kajian tersebut penting secara akademik karena menggambarkan perjalanan militer dalam menjaga negara, membangun identitas masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan negara pascakonflik.

Menurutnya, pembahasan sejarah militer kawasan, termasuk peran TNI, memiliki relevansi strategis dalam memahami dinamika keamanan regional. Ia menekankan bahwa militer tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam pembangunan nasional melalui kapasitas manajerial, bisnis, dan politik yang dimiliki para personelnya.


“Kajian ini penting karena menggambarkan perjalanan militer dalam menjaga negara dan identitas masyarakat. Militer negara kecil sekalipun memiliki peran strategis dalam keamanan sekaligus arah pembangunan bangsa,” ujarnya di Gedung 4 lantai 4 UMM.

Disertasi Julio Tomas Pinto menyoroti transformasi militer Timor-Leste dari pasukan perjuangan menjadi tentara profesional dalam sistem demokrasi modern. Kajian tersebut menguraikan perubahan struktur organisasi, budaya institusi, serta relasi antara militer, negara, dan masyarakat sipil dalam proses konsolidasi demokrasi.

Ia menegaskan bahwa profesionalisasi militer bukan sekadar modernisasi alat pertahanan, tetapi proses sosial yang melibatkan negosiasi kepentingan, legitimasi publik, serta peneguhan supremasi sipil. Transformasi militer juga tidak menghapus identitas historis perjuangan, melainkan menyesuaikannya dengan tuntutan institusi modern.

Promotor disertasi, Muhadjir Effendy, menilai penelitian tersebut memberikan kontribusi penting bagi pengembangan kajian sosiologi militer, khususnya dalam memahami transformasi militer negara pascakonflik di kawasan Asia Tenggara.


Momentum akademik ini juga menjadi simbol penguatan kerja sama pendidikan dan hubungan intelektual antara Timor-Leste dan Indonesia. Kehadiran sejumlah pejabat dan tokoh dari Timor-Leste menunjukkan perhatian serius terhadap pengembangan sumber daya manusia, stabilitas politik, serta pembangunan institusi pertahanan yang profesional.

Dengan raihan gelar doktor tersebut, diharapkan kajian tentang transformasi militer dapat memperkaya literatur akademik sekaligus menjadi referensi bagi negara-negara yang tengah membangun sistem pertahanan profesional tanpa meninggalkan akar sejarah dan identitas nasionalnya. ANS


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin Hadiri Promosi Doktor Julio Tomas Pinto, Soroti Peran Militer dan Identitas Negara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now