MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus memantapkan langkah dalam memperkuat jejaring kelembagaan di tingkat Nasional dengan menekankan keberdampakan nyata bagi pengembangan institusi dan masyarakat. Salah satu agenda strategis yang tengah dimatangkan adalah persiapan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang secara substantif diarahkan pada penguatan kerja sama di bidang kesehatan haji dan umrah.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung terselenggaranya agenda tersebut secara optimal. Menurutnya, kerja sama ini dirancang tidak berhenti pada aspek formalitas, melainkan berorientasi pada implementasi program yang berdampak langsung, khususnya dalam penguatan tridarma perguruan tinggi, pengembangan keilmuan, serta peningkatan kualitas layanan dan kajian kesehatan jamaah haji dan umrah.
“Kita menjadi tuan rumah, maka persiapan harus matang dan dilakukan secara profesional. Susunan acara harus jelas karena ini berkaitan langsung dengan kehadiran Bapak Menteri Haji dan Umrah. Yang terpenting, MoU ini harus melahirkan kerja sama yang aplikatif dan memberi manfaat nyata,” tegas Prof. Ilfi dalam arahannya.
Rencana penandatanganan MoU ini dijadwalkan akan dihadiri oleh sejumlah pejabat Kementerian Haji dan Umrah, di antaranya Menteri Haji dan Umrah Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si., Ph.D., Staf Khusus Bidang Diplomasi dan Kerja Sama Kelembagaan H. Abdul Wahid, Tenaga Ahli Menteri H. Gibran Mohammad Fawwas, Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Dr. H. Puji Raharjo, S.Ag., S.S., M.Hum., Direktur Bina Jemaah Haji Reguler H. M. Afief Mundzir, S.Ag., M.Si., Kabag Umum dan BMN Ditjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah H. Hayatul Islam, S.E., M.Ak., serta Kasubdit Bina Manasik Haji dan Umrah H. Abdillah, S.Ag., M.Ag.
Kehadiran para pimpinan dan pemangku kepentingan tersebut diharapkan mampu memperkuat sinergi internal kampus sebelum memasuki tahap kerja sama formal. Koordinasi yang solid dipandang sebagai kunci agar implementasi MoU nantinya benar-benar menghasilkan program konkret, seperti pengembangan riset kesehatan haji dan umrah, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta dukungan akademik berbasis kebutuhan lapangan.
Kegiatan penandatanganan MoU direncanakan akan dilaksanakan pada Selasa, 3 Januari 2026, bertempat di Kampus 3 UIN Maliki Malang, Kota Batu, tepatnya di Gedung Pertemuan FKIK Lantai 3, mulai pukul 12.00 WIB hingga selesai.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menghasilkan kerja sama yang berkelanjutan,” harap Prof. Ilfi.
Melalui persiapan MoU ini, UIN Maliki Malang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kolaborasi yang berorientasi pada keberdampakan, serta mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan nasional di bidang kesehatan haji dan umrah melalui pendekatan akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?