Banner Iklan

PAC Muslimat NU Widodaren Ngawi Ziarah ke 10 Makam Jelang Ramadhan 2026

Anis Hidayatie
18 Februari 2026 | 05.15 WIB Last Updated 2026-02-17T22:15:36Z

PAC Muslimat NU Widodaren Ngawi melakukan Ziarah ke Makam Syekh Abdurrahman Eyang Blambangan yang berada di Desa Randu Gede, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan pada Senin sore (16/02/2026). Di mana menurut silsilah lebih dekat ke Rasulullah SAW daripada Sunan Ampel Surabaya.

NGAWI.JATIMSATUNEWS.COM: PAC Muslimat NU Widodaren melakukan Ziarah, salah satunya ke sebuah makam bernama Mbah Blambangan, yang disebut sebagai  keturunan ke-15 merunut silsilah sampai ke Nabi Muhammad SAW.(17/02/2026)

Setidaknya 10 titik makam di kawasan yang ada Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Madiun menjadi tujuan Ziarah PAC Muslimat NU Widodaren tahun ini. Sebuah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ruwah atau Sya'ban, sebagai salah bentuk refleksi persiapan hati menyambut bulan suci Ramadhan.

"Alhamdulillah kali ini kita berada di sebuah makam yang menurut silsilah, berada di urutan ke-15 sampai ke Rasulullah SAW. Jika dibandingkan dengan Sunan Ampel Surabaya yang berada di urutan ke-19, Makam Mbah Blambangan alias Syekh Abdurrahman ini lebih dekat dengan Rasulullah SAW," sebut Kyai Hasim, yang diamanahi sebagai pemandu dalam kegiatan Ziarah oleh PAC Muslimat Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi.

Menariknya juru kunci, yang mengaku lahir di tahun 1960M menyebut terkait pembuatan telaga di Magetan yang gagal, sebuah kawasan yang berada di bawah makam. Sehingga sebuah desa bernama Randu Gede,  menjadi memiliki tipografi serupa cerukan besar dan kini menjadi salah satu destinasi Kampung Wisata.(16/02/2026)

Rute Ziarah PAC Muslimat NU Widodaren meliputi; Kyai Asroful Anam Kedungprahu, Kyai Nursalim Benteng Pendem, Syekh Abi Akram Klitik Ngawi, Syekh Abdurrahman Blambangan Plaosan Magetan, Bethoro Kathong Ponorogo, Kyai Hasan Besari Ponorogo, Syekh Basariyah Sewulan Madiun, Pangeran Timur Adipati Madiun, Ki Ageng Anom Besari Madiun, dan RA Maduretno Ki Ageng Ronggo Magetan.

"Ziarah kali ini agak terlalu mepet ke bulan Ramadhan, karena kemarin ada acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana Kota Malang, tapi Alhamdulillah masih bisa terlaksana rutinan Ziarah ruwahan yang tiap tahun diadakan oleh Muslimat Widodaren," jelas salah satu peserta ziarah yang mengaku capeknya ziarah, tidak sebanding dengan perjalanan saat ke Stadion Gajayana. 

Di sisi lain pendapat yang sempat viral terkait situs makam, bisa menjadi sebuah pertimbangan untuk memilih destinasi atau tujuan makam yang akan diziarahi.

"Kadang cerita silsilah di suatu makam tidak bisa dipertanggungjawabkan, apalagi setelah terbongkar kasus baklawi yang ternyata jaringan pemalsu makam dan nasab. Jadi ada baiknya memastikan tujuan makam yang akan diziarahi," jelas Vian, pemuda asal Ngawi yang memiliki perhatian besar terhadap situs-situs bersejarah yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Timur.

Sementara itu diketahui menurut keterangan juru kunci, bahwa Syekh Abdurrahman atau yang lebih dikenal sebagai Eyang Blambangan, adalah putra seorang Selir dari adipati Blambangan.(Qony)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PAC Muslimat NU Widodaren Ngawi Ziarah ke 10 Makam Jelang Ramadhan 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now