Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al-Yasini DI Desa Panditan
PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAI Al-Yasini menggelar sosialisasi lingkungan hidup di Desa Panditan, Kabupaten Pasuruan, Kamis (12/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, memperkenalkan teknologi ramah lingkungan, sekaligus membuka ruang aspirasi warga melalui program Kotak Pengaduan Masyarakat.
Menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan serta akademisi, sebagai bentuk kolaborasi edukatif antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat desa dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Penyuluh Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Pasuruan, Dony Danang, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menyoroti kondisi darurat sampah di berbagai daerah akibat keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Menjaga lingkungan harus dimulai dari rumah tangga, terutama dengan memilah sampah organik dan anorganik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahaya pembakaran sampah secara terbuka yang berpotensi mencemari udara serta pentingnya menjaga kualitas sumber air melalui perilaku hidup bersih dan pengelolaan limbah yang tepat.
Selain edukasi pengelolaan sampah, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi teknologi tepat guna berupa rocket stove atau kompor roket. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Arofah, menjelaskan bahwa teknologi ini dirancang agar pembakaran bahan bakar lebih efisien, hemat kayu, dan minim asap.
Menurutnya, rocket stove bekerja dengan prinsip insulasi panas dan aliran udara vertikal sehingga suhu pembakaran lebih tinggi dan kayu terbakar lebih sempurna.
“Dengan pembakaran optimal, bahan bakar lebih hemat, asap lebih sedikit, dan tentu lebih sehat bagi pernapasan, terutama bagi ibu rumah tangga,” jelasnya.
Ainur Rofiqi, Mahasiswa KKN berharap teknologi sederhana ini dapat menjadi solusi praktis bagi masyarakat desa untuk kebutuhan energi rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.
Di akhir kegiatan, Ainur Rofiqi mempresentasikan program Kotak Pengaduan Masyarakat yang dikembangkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Program ini ditujukan sebagai sarana partisipasi publik dalam menyampaikan aspirasi, kritik, maupun laporan terkait persoalan lingkungan, pelayanan publik, hingga dinamika sosial di desa.
Ia menegaskan bahwa kotak pengaduan bukan sekadar wadah keluhan, tetapi instrumen kontrol sosial yang terorganisir agar aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara sistematis.
“Partisipasi masyarakat harus dipermudah. Suara warga tidak boleh terhambat jarak komunikasi. Melalui kotak pengaduan ini, kami ingin aspirasi bisa tersampaikan lebih cepat dan ditangani secara transparan,” ungkapnya.
Setiap aduan yang masuk nantinya akan direkap bersama BPD dan dikoordinasikan dengan pihak terkait agar mendapat respons yang jelasnya.
Menurut Ainur Rofiqi, melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN STAI Al-Yasini berharap tumbuh kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus tercipta budaya dialog yang terbuka, akuntabel, dan berkelanjutan antara warga, BPD, dan pemerintah desa.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong tata kelola desa yang lebih responsif serta berpihak pada kebutuhan masyarakat, khususnya dalam isu lingkungan dan pelayanan publik.
Kontributor Ainur Rofiqi



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?