![]() |
| Proses Penjemuran Dupa di Salah Satu Rumah Produksi Warga Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Selama puluhan tahun, kepulan asap dupa dari Desa Dalisodo telah mengharumkan nusantara. Namun, kenyataan pahit masih membayangi para perajin. Kepala Desa Dalisodo mengungkapkan bahwa identitas produk mereka selama ini “terpinjam” dan lebih dikenal luas sebagai produk dari wilayah lain. Kini, Dalisodo bertekad melakukan reklamasi identitas untuk merebut kembali pengakuan atas setiap batang dupa yang lahir dari tangan-tangan terampil warganya.
Upaya memperkuat nama Dalisodo bukan sekadar strategi pemasaran. Ini adalah langkah penting untuk memutus rantai anonimitas yang selama ini menempatkan perajin hanya sebagai produsen di balik layar. Dengan membangun identitas mandiri, Desa Dalisodo mulai menonjolkan Brand Heritage, menekankan nilai sejarah dan kualitas autentik yang tidak bisa ditiru oleh wilayah lain.
Peran dunia akademik pun dinilai penting dalam proses ini. Melalui Riset Aksi (Action Research), kampus hadir sebagai katalisator untuk mendampingi para perajin melakukan transisi menuju kedaulatan brand. Mulai dari edukasi tentang strategic branding hingga inovasi digital yang memungkinkan desa menjangkau konsumen secara langsung, langkah-langkah ini memberi perajin kontrol penuh atas identitas produk mereka.
Penulis : Nadisa Nanda Rizky (Mahasiswa Ilmu Komunikasi, FISIP Unmer Malang)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?