Banner Iklan

Pemain Pasuruan Dihukum Seumur Hidup usai Tendang Kungfu Lawan, Warganet Soroti Butir 4 SK PSSI Jatim

Admin JSN
07 Januari 2026 | 17.26 WIB Last Updated 2026-01-07T10:29:18Z
Muhammad Hilmi (ketiga dari kiri baris belakang), mantan pemain PS Putra Jaya Pasuruan yang dihukum seumur hidup oleh PSSI Jatim usai menendang kungfu pemain Perseta 1970 Tulungagung./Instagram @ps.putrajaya

BANGKALAN | JATIMSATUNEWS.COM - Pemain sepak bola Kabupaten Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar mendapat hukuman dari Komite Disiplin PSSI Jawa Timur usai melakukan tendangan kungfu kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung di Bangkalan, Senin (5/1).

Hukuman ini telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) PSSI Jatim pada Selasa, 6 Januari 2026.

Pihak klub PS Putra Jaya Pasuruan membagikan SK tersebut melalui laman resminya pada Selasa malam WIB.

Terdapat empat butir isi keputusan dari PSSI Jatim terkait kejadian tersebut.

Pertama, menyatakan Muhammad Hilmi Gimnastiar (nomor punggung 23) dari klub Putra Jaya Pasuruan telah bersalah melakukan pelanggaran Pasal 48 Jo. Pasal 49 Jo. Pasal 10 Jo. Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

Kedua, menghukum Muhammad Hilmi Gimnastiar (23) dari klub Putra Jaya Pasuruan dengan membayar denda sebesar Rp 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Ketiga, menghukum Muhammad Hilmi Gimnastiar (23) dari klub Putra Jaya Pasuruan dengan hukuman larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup.

Keempat, terhadap keputusan ini dapat diajukan banding.

Surat keputusan PSSI Jatim terhadap tragedi tendangan kungfu dalam laga Putra Jaya vs Perseta 1970./Instagram @ps.putrajaya

Empat butir keputusan PSSI Jatim terhadap kejadian dalam laga Putra Jaya vs Perseta 1970./Instagram @ps.putrajaya

Butir keputusan terakhir tersebut kemudian menjadi sorotan warganet, karena menurut mereka pemberian kesempatan pihak yang bersalah untuk mengajukan banding seharusnya dihilangkan.

Mereka khawatir jika pihak yang salah melakukan pembayaran dan banding, maka hukuman dapat diringankan dari yang semula seumur hidup menjadi berjangka waktu tertentu.

Pada sisi lain, mereka mengapresiasi keputusan cepat PSSI Jatim yang memberi keputusan dalam tenggat waktu sekitar 1x24 jam pasca-kejadian.

Adapun mengenai Hilmi yang merupakan putra asli Pasuruan telah diberhentikan statusnya sebagai pemain Putra Jaya. Klub asal Dusun Sumurwaru, Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Hanya saja, tragedi tendangan kungfu tidak berhenti di Liga 4 Zona Jatim, karena pada Selasa (6/1) kemarin juga terjadi tendangan kungfu di Zona Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada pertandingan KAFI Jogja vs UAD FC di Lapangan Sitimulyo, Piyungan Bantul, Yogyakarta, pemain Kafi yakni Dwi Pilihanto alias Dwi Aan menendang wajah pemain UAD, Amirul Muttaqin.

Berbeda dengan keputusan wasit pada laga Putra Jaya vs Perseta 1970 yang langsung memberi kartu merah kepada Hilmi, wasit yang memimpin laga Kafi vs UAD hanya memberi kartu kuning.

Sontak, warganet di media sosial tak hanya geram dengan pemain Kafi tetapi juga kepada wasit yang dinilai tidak tegas terhadap pelanggaran keras tersebut.

Tendangan kungfu terjadi pada laga KAFI Jogja vs UAD FC pada Liga 4 Zona DIY di Bantul (6/1)./Instagram @nusaliga

Selepas pertandingan, admin Instagram UAD FC mengabarkan di akun IG Nusaliga, bahwa Amirul masih kesakitan jika harus menganga karena rahangnya terkena tendangan tersebut.

"Pemain saat ini Alhamdulillah sudah agak membaik, hanya saja masih mengalami sakit jika untuk menganga karena rahangnya yang terkena," tulis klub di kolom komentar unggahan video kungfu dari laman Nusaliga.

"Pada pukul 19.15 WIB, pemain NPG24 Amirul Muttaqin, biasa dipanggil Amiral, masih mengeluh sakit di rahang saat makan. Mohon doa dan dukungannya," tulis UAD FC lagi.

Doa dan dukungan warganet tentu mengalir deras seperti yang terjadi kepada Firman Nugraha yang menjadi korban tendangan kungfu Hilmi.

Warganet juga mendesak PSSI DIY untuk segera mengambil tindakan terhadap kejadian yang menimpa pemain UAD FC.

Hingga berita ini dibuat, PSSI DIY belum merilis surat keputusan. Sedangkan, Kafi Jogja telah mengunggah permintaan maaf kepada publik dan UAD FC atas kecerobohan Dwi Aan.

Surat terbuka permintaan maaf dari KAFI Jogja kepada Amirul Muttaqin, UAD FC, dan semua pihak./Instagram @kafi.jogja

Dwi Pilihanto alias Dwi Aan, bek tengah Kafi Jogja yang melakukan tendangan kungfu ke wajah Amirul Muttaqin, pemain UAD FC di Liga 4 Zona DIY (6/1)./Instagram @kafi.jogja

"Dari manajemen dan tim pelatih sudah memberi teguran keras kepada pemain yang bersangkutan. Insyaallah, kami dari manajemen tim dan pemain akan segera bersilaturahmi kepada Mas Amirul dan keluarga serta tim UAD FC untuk memohon maaf secara langsung," tulis klub bernama lengkap KampungQu Football Indonesia tersebut. ***

Penulis: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemain Pasuruan Dihukum Seumur Hidup usai Tendang Kungfu Lawan, Warganet Soroti Butir 4 SK PSSI Jatim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now