Banner Iklan

Omah Edukasi Tempe Purwodadi Pasuruan HadirkanPelatihan Pembuatan Keripik Menjes, Dari Ampas Jadi Berkelas

Anis Hidayatie
17 Januari 2026 | 16.09 WIB Last Updated 2026-01-17T09:09:51Z


Omah Edukasi Tempe Beri Pelatihan Pembuatan Keripik Menjes, Dari Ampas Jadi Berkelas  

PASURUAN| JATIMSATUNEWS.COM: Dalam rangka Peningkatan Kapasitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Pemerintah Desa Sekarputih, Nganjuk, menggelar pelatihan pengolahan produk berbasis ampas kedelai pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertempat di Resto Makoya, Pandaan, Pasuruan.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari pengelola BUMDes, pengrajin, serta perwakilan masyarakat desa.

Pelatihan ini menghadirkan Omah Edukasi Tempe sebagai narasumber utama. Dalam kegiatan tersebut, M. Irfan, selaku owner Omah Edukasi Tempe, memaparkan secara langsung proses pembuatan produk olahan tempe menjes, khususnya keripik menjes dan menjes mendoan. 

Materi disampaikan mulai dari pengenalan bahan baku, teknik fermentasi, pengolahan, hingga peluang pengembangan produk bernilai jual.

Menjes merupakan salah satu produk fermentasi tradisional khas Jawa Timur, khususnya wilayah Malang, Pasuruan, dan sekitarnya. 

Berbeda dengan tempe kedelai, menjes dibuat dari ampas kedelai (ampas tahu) yang difermentasi menggunakan jamur Rhizopus.

Pada masa lalu, menjes sering dipandang sebagai makanan rakyat yang sederhana dan identik dengan keterbatasan ekonomi. Bahkan, ampas tahu lebih sering dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Namun seiring berkembangnya pengetahuan pangan lokal, menjes justru dikenal sebagai contoh kearifan lokal dalam mengolah limbah menjadi pangan bergizi dan berpotensi ekonomi.

Meski berbahan dasar ampas kedelai, tempe menjes tetap memiliki nilai gizi yang cukup baik. Kandungan gizinya antara lain: protein nabati, meskipun lebih rendah dari tempe kedelai, namun tetap bermanfaat

Serat pangan yang tinggi, baik untuk pencernaan. Kalsium dan mineral dari sisa kedelai. Probiotik alami hasil proses fermentasi yang baik untuk kesehatan usus


Dengan pengolahan yang tepat, menjes dapat menjadi produk pangan sehat sekaligus bernilai ekonomi.

Dalam sambutannya, Direktur BUMDes Sekarputih, Bu Mariatul Qibtiyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini murni dibiayai dari anggaran desa. “Semoga ilmu yang diberikan hari ini bisa memberikan manfaat dan barokah, serta menjadi jalan untuk meningkatkan pendapatan desa melalui pengembangan produk dari ampas kedelai,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sekarputih, HJ Andri Sulani, menegaskan pentingnya inovasi dalam pengelolaan potensi desa.

“Di Desa Sekarputih banyak pengusaha tahu, namun selama ini ampasnya hanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Ke depan, kami ingin mendorong inovasi agar ampas tahu memiliki nilai ekonomi tinggi, tidak hanya sebatas tempe menjes, tetapi juga produk olahan lain yang menarik,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah desa siap mendukung para pengrajin yang ingin mengembangkan produk menjes melalui anggaran desa yang disesuaikan, sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kinerja BUMDes.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan tempe menjes tidak lagi dipandang sebagai produk sampingan, melainkan sebagai komoditas unggulan desa yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat kemandirian ekonomi Desa Sekarputih.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Omah Edukasi Tempe Purwodadi Pasuruan HadirkanPelatihan Pembuatan Keripik Menjes, Dari Ampas Jadi Berkelas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now