Banner Iklan

Menanti Sentuhan Pemerintah, Sanuri Pak RT di Kota Malang Inovator Sabun Buah dan Rempah Terkendala BPOM

Admin JSN
09 Januari 2026 | 19.17 WIB Last Updated 2026-01-09T12:17:24Z


Menanti Sentuhan Pemerintah, Sanuri Pak RT di Kota Malang Inovator Sabun Buah dan Rempah Terkendala BPOM

MALANG | JATIMSATUNEWS .COM: Di balik kesibukannya sebagai Ketua RT, Sanuri menyimpan mimpi besar membangun usaha berbasis kesehatan dan pemberdayaan warga. Sejak dua tahun terakhir, ia merintis produksi sabun alami berbahan buah dan rempah yang diklaim tanpa campuran bahan kimia sama sekali.

Sanuri warga Jl. Joyo Raharjo VI kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru mengungkapkan, produk sabun sehat yang ia kembangkan lahir dari keinginannya menghadirkan alternatif sabun alami yang aman dan ramah bagi masyarakat. 

“Produksi ini sudah berjalan sekitar dua tahunan. Saya ingin usaha ini berkembang dan bisa bekerja sama dengan banyak pihak,” ujarnya.

Namun, langkah Sanuri untuk memasarkan produknya secara lebih luas masih tertahan. Kendala utama yang dihadapi adalah belum dimilikinya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

 “Masalahnya ya itu, belum BPOM. Kalau sudah ada, rencananya bisa kami pasarkan lewat Shopee atau market place lainnya,” jelasnya.

Ia mengaku berhati-hati agar produknya benar-benar aman dan legal sebelum dipasarkan secara masif.

 “Saya ingin usaha ini jelas dan dijamin. Ini sabun sehat, terbuat dari rempah dan tanpa bahan kimia sama sekali. Insyaallah aman,” tambahnya.

Saat ini, pemasaran masih dilakukan secara terbatas di lingkungan sekitar Merjosari dan beberapa wilayah di luar desa. Sanuri bahkan tak segan menawarkan produknya langsung ke kafe-kafe, terutama yang sering dikunjungi anak muda dan mahasiswa.

 “Saya sering ke kafe-kafe, ya kita tawarkan saja. Alhamdulillah ada yang laku. Sabun ini juga tidak berbau menyengat, jadi diterima dengan baik,” tuturnya.

Ke depan, Sanuri berharap pemerintah hadir memberikan pendampingan, khususnya dalam pengurusan izin BPOM. Ia juga bercita-cita menjadikan usaha sabun herbal ini sebagai kegiatan produksi massal yang melibatkan ibu-ibu RT di lingkungannya.

 “Harapannya pemerintah bisa mendampingi. Kalau sudah BPOM, produksinya bisa kita besarkan dan dikerjakan bersama ibu-ibu RT,” ucapnya.

Kisah Sanuri menjadi potret semangat wirausaha akar rumput yang masih membutuhkan dukungan nyata agar inovasi lokal berbasis kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dapat berkembang lebih luas.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menanti Sentuhan Pemerintah, Sanuri Pak RT di Kota Malang Inovator Sabun Buah dan Rempah Terkendala BPOM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now