Foto: Proses Pembuatan Lilin
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM — Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk bernilai guna. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan pelatihan pembuatan lilin aroma terapi berbahan minyak jelantah yang digelar di Balai RW 11, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (10/1/2025).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 19 UIN Malang sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Pelatihan yang berlangsung sejak pukul 09.20 hingga 10.20 WIB ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang merupakan ibu-ibu RW 11. Menurut Renata Dwi Yasarah (Mahasiswa pelaksana KKM) Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias, mulai dari pemaparan materi hingga praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pengetahuan mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan serta teknik pengolahannya menjadi produk ramah lingkungan. Sebelum proses pemanasan, minyak jelantah terlebih dahulu dijernihkan melalui proses perendaman menggunakan arang aktif selama 24 jam. Tahapan ini bertujuan untuk mengurangi bau serta kotoran yang terkandung di dalam minyak.
Setelah melalui tahap penjernihan, minyak jelantah kemudian dipanaskan dan dicampur dengan palm wax menggunakan perbandingan tertentu. Selanjutnya, ditambahkan pewarna dan essential oil secukupnya, lalu adonan diaduk hingga merata sebelum dituangkan ke dalam cetakan gelas yang telah diberi sumbu.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif mereka selama proses praktik berlangsung. Sejumlah peserta tampak mencoba setiap tahapan pembuatan lilin serta mengajukan pertanyaan terkait teknik pembuatan dan aspek keamanan bahan yang digunakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?