Banner Iklan

Angin Kencang Dan Gelombang Tinggi, Aktivitas Nelayan di Kota Pasuruan Lumpuh

Admin Cyber
17 Januari 2026 | 19.46 WIB Last Updated 2026-01-17T12:53:55Z

Cuaca ekstrem Jumat Pagi melanda pesisir Kota Pasuruan Angin kencang dan gelombang tinggi membuat mayoritas nelayan di Pelabuhan Pasuruan memilih tidak melaut demi keselamatan


PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM

Cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir Kota Pasuruan dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir memberikan dampak serius terhadap kehidupan para nelayan. Angin kencang yang disertai gelombang laut tinggi memaksa mayoritas nelayan di kawasan Pantai Pelabuhan Kota Pasuruan untuk menghentikan sementara aktivitas melaut demi keselamatan jiwa.

Sejak awal pekan ini, kondisi perairan di sekitar pesisir Pasuruan terpantau tidak bersahabat. Ketinggian gelombang dan kuatnya hembusan angin membuat risiko kecelakaan laut meningkat tajam. Para nelayan yang biasanya berangkat melaut sejak dini hari memilih untuk tetap berada di darat sambil menunggu cuaca kembali normal.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Mualif Arif, membenarkan situasi tersebut. Ia menyatakan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat membahayakan bagi nelayan, khususnya yang menggunakan perahu kecil dan alat tangkap tradisional.

“Dalam beberapa hari terakhir cuaca memang tidak bersahabat. Angin kencang dan gelombang laut yang tinggi sangat berisiko bagi keselamatan nelayan. Karena itu, kami mengimbau agar mereka tidak memaksakan diri melaut,” ujar Mualif saat ditemui pada Jumat pagi (16/1/2026).

Mualif menegaskan bahwa keselamatan jiwa nelayan harus menjadi prioritas utama dibandingkan hasil tangkapan. Ia secara khusus mengingatkan nelayan agar tidak melaut ke wilayah Selat Madura, yang dikenal memiliki arus dan gelombang lebih kuat ketika cuaca ekstrem terjadi.

“Wilayah Selat Madura saat kondisi cuaca seperti ini sangat berbahaya. Kami berharap nelayan bersabar dan menunggu sampai situasi benar-benar aman,” tegasnya.

Terhentinya aktivitas melaut ini secara langsung berdampak pada produktivitas sektor perikanan di Kota Pasuruan. Volume tangkapan ikan menurun drastis, sehingga pasokan ke tempat pelelangan ikan maupun pasar tradisional ikut berkurang.

Dampak tersebut mulai dirasakan oleh pedagang dan masyarakat. Ketersediaan ikan segar di pasaran tidak sebanyak hari-hari normal, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat tetap tinggi.

“Produktivitas perikanan menurun karena angin besar dan gelombang tinggi. Akibatnya, stok ikan di pasaran berkurang. Kondisi ini berpotensi memicu kenaikan harga, karena permintaan masih tinggi sementara pasokan terbatas,” jelas Mualif kepada Jatimsatunews.com.

Selain berdampak pada pasokan ikan, cuaca ekstrem ini juga mempengaruhi pendapatan nelayan harian. Banyak nelayan yang menggantungkan penghasilan dari hasil tangkapan terpaksa kehilangan sumber pendapatan sementara waktu. Meski demikian, sebagian besar nelayan memilih mengutamakan keselamatan dibandingkan memaksakan diri menghadapi risiko di laut.

Pemerintah Kota Pasuruan melalui Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi perairan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyampaikan informasi dan peringatan dini cuaca kepada nelayan secara berkala.

Mualif berharap, cuaca ekstrem ini tidak berlangsung lama sehingga aktivitas perikanan dapat kembali berjalan normal. Ia juga mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut serta mematuhi arahan dari pihak berwenang.

“Keselamatan adalah yang utama. Kami akan terus memberikan informasi terbaru, dan jika cuaca sudah dinyatakan aman, nelayan dapat kembali melaut dengan tenang,” pungkasnya.(DM)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Angin Kencang Dan Gelombang Tinggi, Aktivitas Nelayan di Kota Pasuruan Lumpuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now