| Sumber: Dokumen KKN SDGs Periode II Kelompok 9 |
SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - Mahasiswa Kelompok 9 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bela Negara SDGs 2025 Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan masyarakat melalui kegiatan berjudul “Sari Harvest: Pelatihan Hidroponik” yang dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025 di Aula Balai RW 07 Kelurahan Penjaringan Sari, Surabaya. Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan KKN SDGs Kelompok 9 yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan rumah tangga serta penerapan konsep pertanian berkelanjutan di lingkungan perkotaan.
Pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari permasalahan umum yang dihadapi masyarakat perkotaan, yaitu keterbatasan lahan untuk bercocok tanam dan ketergantungan terhadap bahan pangan dari luar daerah. Melalui pelatihan hidroponik, mahasiswa KKN berupaya memperkenalkan solusi pertanian modern yang efisien, mudah diterapkan, serta ramah lingkungan. Sistem hidroponik dinilai mampu menjadi alternatif yang tepat bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehat dengan memanfaatkan lahan sempit di sekitar rumah.
Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB dengan sesi registrasi peserta yang diikuti oleh warga RW 07 Penjaringan Sari dan perangkat kelurahan. Pukul 08.00 WIB kegiatan dibuka oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan berurutan dari Muhammad Daniswara Adyatma selaku Ketua KKN Kelompok 9, Dr. Gyska Indah Harya, S.P., M.Agr. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Nuki selaku Ketua RW 07, dan Ibu Lurah Penjaringan Sari, Ibu Fonnyta Herfianti, SKM., MM.
Dalam sambutannya, Muhammad Daniswara menyampaikan bahwa kegiatan Sari Harvest tidak hanya berfokus pada pengenalan teknik bertanam, tetapi juga sebagai bentuk penerapan nilai bela negara melalui kemandirian pangan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa semangat bela negara bisa diwujudkan lewat hal sederhana seperti bercocok tanam. Dengan hidroponik, warga dapat memenuhi kebutuhan sayur sendiri dan menjaga lingkungan tetap hijau,” ujar Daniswara dalam sambutannya.
Ibu Fonnyta Herfianti, SKM., MM., selaku Lurah Penjaringan Sari, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa yang telah menghadirkan kegiatan edukatif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Program seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Hidroponik adalah langkah kecil namun berdampak besar karena bisa memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus memperindah lingkungan,” tutur beliau.
Kegiatan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai hidroponik. Kemudian dilanjut dengan pemaparan materi utama yang disampaikan oleh Ahmad Tsalits Hilmi. Ia merupakan mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur prodi Agroteknologi yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam bidang hidroponik. Materi yang diberikan mengenai konsep dasar sistem hidroponik, jenis-jenis media tanam, cara kerja sistem sirkulasi air, serta keunggulan metode ini dibandingkan pertanian konvensional. Peserta diperkenalkan pada berbagai sistem seperti wick system dan NFT (Nutrient Film Technique) yang cocok diterapkan dalam skala rumah tangga.
Antusiasme warga mulai terlihat ketika sesi praktik dimulai. Mahasiswa membimbing peserta untuk merakit alat hidroponik. Peserta tampak aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara merawat tanaman serta jenis bibit yang cocok untuk sistem hidroponik. Salah satu peserta, Ibu Wida, menyampaikan kesannya bahwa kegiatan ini membuka wawasan baru bagi dirinya.
“Ternyata hidroponik tidak serumit yang saya bayangkan. Setelah ikut pelatihan ini, saya ingin mencoba menanam sayur sendiri di rumah agar bisa panen setiap minggu,” ungkapnya dengan antusias.
Sebelum kegiatan berakhir, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman setelah mengikuti pelatihan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan minat masyarakat terhadap sistem pertanian modern ini.
Acara kemudian ditutup dengan foto bersama antara mahasiswa, perangkat RW, dan peserta pelatihan, sebagai simbol kolaborasi antara mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dan masyarakat Penjaringan Sari dalam membangun lingkungan yang produktif, hijau, dan berkelanjutan. Akhir acara ditutup dengan penyerahan Set Hidroponik yang diwakilkan oleh Ketua Kelompok 9 KKN SDGs Penjaringan Sari kepada Ketua RW 07.
Melalui kegiatan Sari Harvest ini, mahasiswa KKN Kelompok 9 berharap masyarakat RW 07 Penjaringan Sari dapat menjadi pelopor gerakan urban farming di wilayahnya. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian pangan keluarga, meningkatkan kesadaran akan pentingnya pangan sehat, serta menciptakan lingkungan yang lestari.
Program Sari Harvest juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan), dan poin ke-12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan warga RW 07 tidak hanya memahami konsep hidroponik, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata untuk menciptakan lingkungan mandiri pangan yang berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?