Banner Iklan

Kadishub Kota Malang Tanggapi Keluhan Warga soal TransJatim: “Kami Teruskan ke Provinsi untuk Perbaikan Layanan”

Muh. Rahmani Hafidzi
30 November 2025 | 21.24 WIB Last Updated 2025-11-30T14:24:19Z
Sumber : Tugu Malang ID

Malang, JATIMSATUNEWS.COM — Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang menanggapi berbagai keluhan masyarakat mengenai layanan TransJatim, terutama terkait bus yang melintas dalam kondisi penuh dan tidak dapat mengangkut penumpang di beberapa titik padat seperti Kayutangan dan Sengkaling.

Dalam keterangan suara yang diterima redaksi, Kadishub Kota Malang pada (30/11) menjelaskan bahwa ketentuan operasional TransJatim sebenarnya telah diatur dalam SOP, yakni bus harus berangkat setiap 10–15 menit, meskipun dalam keadaan kosong.

“Memang ketentuannya per 10–15 menit harus jalan. Kalau ada terminal yang harus menunggu penuh dulu, saya tidak tahu persis SOP-nya. Operator dan Dishub Provinsi Jawa Timur yang mengetahui detailnya,” ujarnya. 

Keluhan warga muncul karena bus yang datang ke beberapa halte tiba dalam interval lebih lama dari jadwal seharusnya dan sudah terisi penuh sejak berangkat dari Terminal Hamid Rusdi. Akibatnya, penumpang di halte-halte tengah kota sering kali tidak dapat terangkut.

Menanggapi hal itu, Kadishub menyampaikan bahwa pihaknya telah meneruskan masukan tersebut kepada operator dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara utama TransJatim.

“Kami usulkan agar ada pengaturan tambahan bagi masyarakat yang berada di titik-titik tengah. Semua keluhan sudah kami sampaikan ke operator dan ke Provinsi Jawa Timur untuk diperbaiki,” jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa masyarakat dapat memantau posisi bus secara real-time melalui aplikasi TransJatim, meski aplikasi tersebut belum dapat menampilkan jumlah penumpang yang menunggu di setiap titik.

“Posisi bus bisa dilihat lewat aplikasi TransJatim. Tapi untuk mengetahui jumlah orang yang menunggu di setiap titik, itu belum bisa,” katanya. 

Kadishub memastikan bahwa evaluasi layanan dilakukan secara berkala oleh Dishub Provinsi. Pihaknya di tingkat kota berkomitmen untuk terus menyampaikan setiap kendala dan masukan dari masyarakat.

“Ini terus dievaluasi oleh Dishub Provinsi. Semua permasalahan dan keluhan yang masuk selalu kami sampaikan untuk bahan perbaikan,” ujarnya. 

Sebelumnya, warga mengeluhkan bahwa bus yang semestinya melintas setiap 20 menit justru datang dalam interval lebih lama dan tidak dapat menaikkan penumpang karena penuh.

“Bus yang lewat harusnya 20 menit sekali, tapi ternyata lebih lama dan sudah penuh sehingga tidak mengangkut penumpang sama sekali,” ungkap salah satu narasumber dalam rekaman. 

Pemkot Malang berharap evaluasi yang telah disampaikan kepada provinsi dapat menjadi dasar untuk memperbaiki pola keberangkatan, menambah armada pada jam padat, serta meningkatkan kualitas layanan TransJatim ke depannya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kadishub Kota Malang Tanggapi Keluhan Warga soal TransJatim: “Kami Teruskan ke Provinsi untuk Perbaikan Layanan”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now