![]() |
| Tim PKM Universitas Negeri Surabaya bersama anggota PKK Desa Pengalangan usai pelatihan produksi merchandise berbahan kayu di Balai Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik./dok.Unesa |
GRESIK | JATIMSATUNEWS.COM: Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimulai dari program berskala besar. Melalui keterampilan sederhana yang memiliki nilai ekonomi, masyarakat dapat membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.
Gagasan inilah yang diwujudkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui pelatihan produksi merchandise berbahan kayu bagi anggota PKK Desa Pengalangan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik.
Program bertajuk Pemberdayaan PKK Desa Pengalangan melalui Pelatihan Produksi Merchandise Berbahan Kayu Bernilai Ekonomi dan Berdaya Saing ini merupakan bagian dari komitmen Unesa dalam mendukung penguatan ekonomi kreatif masyarakat melalui transfer pengetahuan, keterampilan, dan pendampingan berbasis potensi lokal.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan dari para tamu undangan, penyerahan plakat kepada mitra, dilanjutkan penyampaian materi, praktik pembuatan produk, hingga penutupan dan foto bersama.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Pengalangan, Ahyar Abdul Mutholib, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim PKM Unesa yang telah memilih Desa Pengalangan sebagai mitra kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pelatihan seperti ini memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya anggota PKK, untuk memperoleh keterampilan baru yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan apabila dikembangkan secara berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PKK Desa Pengalangan, Kusniyati, berharap keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat diterapkan menjadi usaha bersama yang dikelola secara berkelanjutan oleh anggota PKK.
Sementara itu, Koordinator Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa Unesa, Fera Ratyaningrum, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Melalui kegiatan pengabdian ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang aplikatif. Keterampilan yang diberikan bukan hanya menghasilkan sebuah produk, tetapi juga membuka wawasan bahwa kreativitas dapat menjadi peluang usaha yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Belajar dari Kayu Menjadi Produk Bernilai Jual
Pada sesi pelatihan, peserta dikenalkan dengan teknik wood photo transfer, yaitu teknik memindahkan gambar ke permukaan kayu sehingga menghasilkan produk dengan tampilan artistik dan memiliki nilai jual.
Peserta mempraktikkan seluruh tahapan produksi, mulai dari pemilihan bahan, pengamplasan, proses transfer gambar, finishing menggunakan pelapis pelindung, hingga pengemasan sederhana agar produk siap dipasarkan.
Ketua Tim PKM Unesa, Aqim Amral Hukmi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pelatihan dirancang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya kualitas produk, desain, dan strategi pemasaran.
"Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi anggota PKK untuk mengembangkan produk kreatif berbahan kayu yang memiliki daya saing. Ke depan, hasil produksi masyarakat diharapkan dapat dipasarkan melalui BUMDes maupun Koperasi Desa Merah Putih, sehingga memiliki saluran pemasaran yang lebih luas dan mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat," jelasnya.
Selain praktik produksi, peserta juga memperoleh materi mengenai desain produk, penyusunan identitas visual, fotografi produk menggunakan telepon pintar, serta pemanfaatan media sosial sebagai media promosi.
Antusiasme Peserta
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan praktik dan aktif berdiskusi mengenai berbagai kemungkinan pengembangan produk yang dapat dibuat dari bahan kayu.
Salah seorang peserta, Indarti, mengaku senang dapat mengikuti pelatihan tersebut karena memperoleh pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah dipelajari.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami jadi tahu cara membuat produk dari kayu yang menarik dan memiliki nilai jual. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, bahkan dengan tema-tema pelatihan yang berbeda agar kami semakin banyak memiliki keterampilan," ungkapnya.
Kolaborasi Kampus dan Masyarakat
Kegiatan PKM ini melibatkan lima dosen, empat mahasiswa, serta seorang alumni Program Studi S1 Pendidikan Seni Rupa Unesa. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan masyarakat.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, tim PKM berharap keterampilan yang telah diperoleh anggota PKK tidak berhenti sebagai pengalaman sesaat, tetapi berkembang menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lebih dari sekadar menghasilkan gantungan kunci atau merchandise berbahan kayu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal tumbuhnya kelompok usaha kreatif, yang mampu mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat Desa Pengalangan.(WAF, 30 Juli 2026)
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?