Banner Iklan

UMM Kukuhkan 1.552 Guru Madrasah Se-Indonesia, Wanti-wanti Pendidik Tak Boleh Tergilas AI

Admin JSN
29 Juli 2026 • 14.16 WIB

 

1.552 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Guru Madrasah Kementerian Agama Batch IV Tahun 2025 resmi dikukuhkan sebagai guru profesional.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan tinta emas di dunia pendidikan. Sebanyak 1.552 lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Guru Madrasah Kementerian Agama Batch IV Tahun 2025 resmi dikukuhkan sebagai guru profesional.

Bertempat di Rayz UMM Hotel Malang pada Selasa (28/7/2026), momen sakral pengambilan sumpah profesi ini digelar secara hibrida (daring dan luring). Agenda ini sekaligus menjadi pengingat keras bahwa pendidik masa kini dituntut 'melek' digital agar tak tertinggal oleh pesatnya laju Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Ribuan pahlawan tanpa tanda jasa yang resmi menyandang sertifikat pendidik ini datang dari berbagai pelosok nusantara, tepatnya dari 33 provinsi dan 299 kabupaten/kota.

Mereka terbagi dalam lima bidang studi utama, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Biologi, Matematika, serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Pengakuan kompetensi berstandar nasional ini menjadi titik tolak untuk mendongkrak kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

Target Kemenag: 2029 Seluruh Guru Tersertifikasi

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kemenag, Dr. Fesal Musaad, M.Pd., yang turut hadir menyoroti tantangan besar bagi para guru. Ia menegaskan, setiap guru wajib terus meng-upgrade diri melalui ekosistem digital, mulai dari Learning Management System (LMS), MOOC Pintar, hingga aplikasi PKB Digital.

Tantangan ini kian nyata mengingat masih ada sekitar 42 persen guru madrasah di Indonesia yang belum mengantongi sertifikasi.

"Karena itu, kami menargetkan seluruh guru madrasah telah tersertifikasi pada tahun 2029 melalui percepatan program PPG. Guru profesional tidak boleh berhenti belajar dan harus siap menjawab tantangan di era transformasi teknologi," tegas Fesal.

Lebih lanjut, ia mewanti-wanti bahwa gelar profesional bukan sekadar pajangan. Komitmen tersebut harus dibuktikan dengan cara menghadirkan inovasi, berpikir kritis, serta berintegritas demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.

Integritas Guru Tak Bisa Digantikan Mesin

Senada dengan Fesal, Ketua Program Studi PPG UMM, Prof. Dr. Trisakti Handayani, M.M., memberikan pesan mendalam. Menurutnya, gempuran teknologi memang memaksa pendidik memperbarui skill akademik. Namun, nilai kemanusiaan dan keteladanan seorang guru tidak akan pernah bisa ditiru oleh mesin secanggih apa pun.

"Sumpah profesi hari ini bukanlah garis akhir, justru menjadi start awal. Guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga harus menjadi teladan. Ingat, peserta didik kita lebih banyak meniru daripada mendengar," tutur Trisakti.

Ia pun menaruh harapan besar agar para lulusan terus memacu diri dan menjaga muruah Kampus Putih. "Buktikan bahwa lulusan PPG UMM adalah pendidik yang cakap, berkarakter, dan berhati mulia," imbuhnya.

Pengukuhan ribuan guru di UMM ini diharapkan bukan sekadar ajang penambah statistik. Lebih dari itu, dedikasi dan keteladanan mereka di ratusan wilayah nusantara diyakini akan menjadi fondasi utama lahirnya generasi unggul untuk Indonesia Emas 2045.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UMM Kukuhkan 1.552 Guru Madrasah Se-Indonesia, Wanti-wanti Pendidik Tak Boleh Tergilas AI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?