MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat terus diperkuat oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui program hibah penelitian dosen tahun 2026. Berbagai skema penelitian dikembangkan untuk menjawab persoalan strategis bangsa, mulai dari pendidikan, lingkungan, ekonomi syariah, pemberdayaan masyarakat, hingga tata kelola pemerintahan desa.
Salah satu penelitian yang memperoleh pendanaan hibah tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. dengan judul "Koperasi Merah Putih Perspektif Tafsir al-Tsaqāfiy: Model Integrasi Institusi Agama dalam Kelembagaan Ekonomi Desa." Penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan model penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan, budaya lokal, dan partisipasi masyarakat sebagai fondasi pembangunan desa berkelanjutan.
Dalam wawancara dengan media ini, Prof. Fauzan menjelaskan bahwa kehadiran perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah semata, melainkan harus menghasilkan model pembangunan yang dapat diterapkan oleh pemerintah dan masyarakat.
"Universitas memiliki tanggung jawab menghadirkan ilmu yang menyelesaikan persoalan masyarakat. Karena itu penelitian ini dirancang bukan sekadar memotret kondisi KDMP, tetapi menghasilkan model kelembagaan yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah bahkan pemerintah pusat," ujarnya.
Menurutnya, penelitian tersebut menggunakan Participatory Action Research (PAR) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek sekaligus mitra penelitian. Pendekatan tersebut dipadukan dengan Asset-Based Community Development (ABCD) yang berorientasi pada pengembangan aset desa, bukan semata-mata melihat kekurangan yang dimiliki masyarakat.
Yang membedakan penelitian ini dengan kajian koperasi pada umumnya adalah digunakannya perspektif Tafsir al-Tsaqāfiy, teori tafsir terkini Prof. Fauzan, sebuah pendekatan tafsir yang dikembangkan untuk membaca Al-Qur'an dalam konteks realitas sosial dan budaya masyarakat. Melalui perspektif ini, nilai-nilai Al-Qur'an diterjemahkan menjadi prinsip-prinsip tata kelola ekonomi, penguatan kelembagaan, kolaborasi sosial, dan pembangunan desa yang berkeadilan.
Sebagai bagian dari proses penelitian, tim peneliti menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) pada 1 Juli 2026 di Kantor Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB tersebut difasilitasi oleh Camat Gondanglegi dengan menghadirkan 14 Kepala Desa dan 14 Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dari seluruh desa di Kecamatan Gondanglegi.
FGD mengangkat tema "Penguatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui Pendekatan Participatory Action Research (PAR), Asset-Based Community Development (ABCD), dan Perspektif Tafsir al-Tsaqāfiy." Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pengurus koperasi, dan tim peneliti untuk memvalidasi data lapangan, mengidentifikasi tantangan implementasi kebijakan KDMP, serta merumuskan desain pengembangan kawasan ekonomi desa yang lebih terintegrasi.
Prof. Fauzan menegaskan bahwa para kepala desa dan ketua KDMP merupakan aktor utama implementasi kebijakan sehingga pandangan mereka menjadi dasar penyusunan model kelembagaan yang partisipatif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
"Kami ingin rekomendasi yang lahir benar-benar berasal dari kebutuhan masyarakat desa. Karena itu prosesnya dilakukan secara partisipatif. Hasil penelitian ini akan kami usulkan sebagai rekomendasi kebijakan kepada Bupati Malang dan diharapkan dapat menjadi salah satu referensi kebijakan nasional bagi Presiden dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih," jelasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?