MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Biaya operasional peternakan yang kian melambung tak pelak sering membuat para peternak memutar otak. Merespons kondisi riil di lapangan, sekelompok mahasiswa angkatan 2024 dari Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menelurkan inovasi brilian berupa pakan khusus burung puyuh petelur bernama "Mulzymix".
Inovasi pakan berbasis multienzim ini tidak sekadar diklaim mampu memangkas biaya operasional peternak, tetapi juga dirancang khusus untuk mendongkrak serapan nutrisi dan produktivitas telur puyuh secara maksimal.
Daffa Haikal Alfarizie, perwakilan tim inovator mahasiswa UMM, mengungkapkan bahwa gagasan inovatif ini lahir dari observasi langsung terhadap sulitnya menyediakan suplai pangan hewani yang bergizi tinggi namun harganya tetap bersahabat bagi masyarakat.
"Pengembangan produk ini murni berangkat dari kesadaran tim akan pentingnya peran sektor peternakan dalam mendukung ketersediaan pangan hewani yang terjangkau, aman, dan bergizi bagi masyarakat luas," jelas Daffa saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Berbeda dengan pakan pabrikan pada umumnya yang kerap bersifat sapu jagat atau multifungsi untuk berbagai unggas, Mulzymix hadir dengan formulasi yang sangat spesifik. Daffa menekankan bahwa pakan ini diracik khusus menyesuaikan sistem pencernaan puyuh petelur, sehingga penggunaannya tidak direkomendasikan untuk jenis unggas lain demi menjaga efektivitas.
"Produk pakan ini dibuat secara khusus untuk burung puyuh petelur karena takaran komposisi multienzim dan kadarnya itu telah disesuaikan secara saintifik dengan kebutuhan fisiologis burung petelur, agar nutrisi yang terserap benar-benar maksimal," bebernya.
Keistimewaan utama Mulzymix terletak pada "senjata rahasianya", yakni perpaduan tujuh enzim esensial yang terdiri dari:
- Selulase
- Xilanase
- Glukanase
- Amilase
- Pektinase
- Fitase
- Lipase
Racikan enzim ini makin disempurnakan dengan asupan vitamin A, D3, E, serta kelengkapan multivitamin penunjang lainnya. Kombinasi nutrisi kompleks ini ditujukan untuk mengakselerasi metabolisme pencernaan dan membentengi imunitas puyuh dari ancaman penyakit.
Kabar baiknya bagi para peternak, inovasi yang digodok secara intensif bersama dosen pembimbing ini dinilai memiliki prospek komersial yang sangat menjanjikan. Pada rencana pemasaran awalnya, Mulzymix akan dikemas praktis dalam ukuran 1 kilogram dengan harga estimasi yang sangat ramah di kantong, yakni di kisaran Rp20.000.
Dosen pendamping tim, Prof. Dr. Ir. Indah Prihartini, M.P., IPU., memberikan acungan jempol dan apresiasi mendalam atas kepekaan mahasiswanya dalam menjawab tantangan di masyarakat.
"Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kita mampu menerjemahkan teori dari ruang kelas menjadi solusi aplikatif yang menjawab keresahan langsung para peternak di lapangan," puji Guru Besar UMM tersebut.
Prof. Indah meyakini, semangat hilirisasi riset aplikatif seperti Mulzymix ini akan menjadi pemantik bagi mahasiswa Kampus Putih lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi secara nyata dalam membangun sektor peternakan nasional yang tangguh dan mandiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?