Banner Iklan

Program Sekolah Lingkungan Kelompok 36 KKN FISIP UB Dorong Kepedulian Lingkungan Melalui Edukasi 3R dan Kreasi Tempat Sampah di SDN Ngroto

Admin JSN
20 Juli 2026 | 07.15 WIB Last Updated 2026-07-20T00:15:40Z
Kegiatan diikuti oleh siswa kelas 5A dan 5B ini menggabungkan edukasi mengenai pengelolaan sampah

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Sebagai upaya menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sejak usia dini, Kelompok 36 KKN FISIP Bakti Desa Arcapada (FBD) 2026 Universitas Brawijaya melaksanakan program kerja Sekolah Lingkungan di SDN Ngroto, Selasa (14/7). Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 5A dan 5B ini menggabungkan edukasi mengenai pengelolaan sampah dengan kegiatan kreatif menghias tempat sampah sebagai media pembelajaran yang menyenangkan.

Bertempat di Aula SDN Ngroto, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa KKN, dilanjutkan perkenalan anggota Kelompok 36 kepada para siswa. Program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta membiasakan siswa menerapkan pengelolaan sampah secara benar melalui prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

Pada sesi edukasi, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif menggunakan media visual dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dikenalkan pada dampak negatif sampah terhadap lingkungan, pentingnya menjaga kebersihan sekolah, klasifikasi sampah menjadi organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta cara sederhana menerapkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Selama penyampaian materi, siswa aktif menjawab pertanyaan dan berdiskusi mengenai kebiasaan mereka dalam membuang serta memilah sampah.

Setelah sesi materi dan istirahat, kegiatan dilanjutkan di lapangan SDN Ngroto. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti kegiatan kreasi dan dekorasi tempat sampah. Setiap kelompok memperoleh satu tempat sampah berbahan karet beserta perlengkapan melukis seperti cat, kuas, dan ornamen. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, para siswa menuangkan kreativitas mereka melalui gambar, slogan, dan ilustrasi bertema lingkungan pada tempat sampah yang nantinya akan digunakan sebagai fasilitas sekolah.

Selain kegiatan melukis, mahasiswa juga mengajak siswa mengikuti Sorting Game, yaitu permainan edukatif yang menguji kemampuan mereka dalam memilah sampah sesuai jenisnya. Permainan ini menjadi sarana untuk menguatkan kembali materi yang telah diberikan sekaligus melatih siswa agar mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada kelompok yang berhasil menunjukkan pemahaman dan kreativitas terbaik, sebelum seluruh tempat sampah hasil karya siswa ditempatkan di lingkungan sekolah sebagai media pembelajaran sekaligus sarana menjaga kebersihan.

Salah satu anggota Kelompok 36, Nadhira, mengungkapkan rasa senangnya melihat antusiasme para siswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. “Anak-anak sangat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka cepat memahami perbedaan jenis-jenis sampah serta cara memilahnya dengan benar. Yang paling menyenangkan, mereka juga sangat kreatif saat menghias tempat sampah. Setiap kelompok memiliki ide dan karakter gambar yang berbeda-beda sehingga kegiatan ini terasa edukatif sekaligus menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Aldrich, anggota Kelompok 36, menjelaskan bahwa tempat sampah hasil karya siswa tidak hanya menjadi hasil dari kegiatan, tetapi juga merupakan luaran program yang memiliki manfaat jangka panjang. “Tempat sampah ini menjadi salah satu luaran program sekaligus bentuk penerapan teknologi tepat guna yang kami hadirkan. Harapannya, fasilitas ini dapat terus dimanfaatkan oleh sekolah untuk mendukung kebiasaan membuang dan memilah sampah dengan benar setelah kegiatan KKN selesai,” jelas Aldrich.

Kesan positif juga datang dari salah satu peserta, Putri, siswi kelas 5B SDN Ngroto. “Seru karena bisa melukis tong sampah di lapangan. Jadi belajar tentang sampah sambil menggambar bareng teman-teman,” ungkap Putri.

Melalui program Sekolah Lingkungan, Kelompok 36 berharap siswa SDN Ngroto tidak hanya memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dini. Kehadiran tempat sampah hasil karya siswa di lingkungan sekolah diharapkan menjadi pengingat sekaligus media pembelajaran yang dapat digunakan secara berkelanjutan dalam membangun budaya peduli lingkungan di SDN Ngroto.



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Program Sekolah Lingkungan Kelompok 36 KKN FISIP UB Dorong Kepedulian Lingkungan Melalui Edukasi 3R dan Kreasi Tempat Sampah di SDN Ngroto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now