MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Isu kesehatan mental bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi. Nabila Kirana A'isyah Putri, mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2023, sukses mewujudkan kepedulian tersebut dengan terjun langsung memberikan layanan dukungan psikologis di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru, Malaysia.
Melalui program magang internasional yang berlangsung pada April lalu, Nabila mengaplikasikan ilmu psikologinya untuk mendampingi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta anak-anak WNI dalam menghadapi kerasnya dinamika hidup di negara penempatan.
Sebagai mahasiswi sarjana, langkah yang diambil Nabila berfokus pada ranah preventif dan promotif yang berpegang pada kode etik profesi. Di fasilitas *shelter* KJRI, ia bertugas melakukan asesmen awal serta memberikan psikoedukasi secara langsung. Pendampingan ini dirancang agar para pekerja mampu mengenali, mengelola, serta meredam tekanan psikologis. Intervensi yang diberikan pun tidak sekadar edukasi verbal, melainkan melibatkan metode terapi terukur.
"Kami berkesempatan mendengarkan cerita para pekerja migran di *shelter*. Melalui metode *expressive writing therapy*, kami berupaya memberikan dukungan emosional dan intervensi preventif untuk meningkatkan resiliensi mereka agar tetap tangguh saat kembali bekerja," ungkap Nabila, Senin (20/7/2026).
Tidak hanya fokus pada kelompok pekerja migran dewasa, Nabila juga ditugaskan ke Sekolah Indonesia Johor Bahru. Di sana, ia memberikan pendampingan edukatif guna membantu anak-anak WNI memperkuat kemampuan mengenali emosi sejak dini, membangun rasa percaya diri, serta menyiapkan mental mereka untuk beradaptasi di lingkungan multikultural.
Nabila menyebut, seluruh capaiannya di kancah mancanegara ini tidak lepas dari kuatnya sistem dukungan dan kemudahan regulasi dari pihak UMM.
"Kampus Putih sangat memfasilitasi langkah mahasiswanya untuk berprestasi di ranah internasional. Segala urusan administrasi perizinan dibantu sepenuhnya, sehingga kami sama sekali tidak merasa terbebani dan bisa berfokus penuh pada proses belajar serta pengabdian di lapangan," paparnya.
Pengalaman menangani berbagai situasi psikososial secara langsung ini memberikan dampak yang signifikan bagi pematangan kompetensi Nabila sebagai calon psikolog. Kolaborasinya dengan para staf konsulat juga memperluas wawasan lintas budaya yang sangat esensial di era modern.
Ke depan, langkah pengabdian ini diharapkan mampu memantik semangat mahasiswa lain untuk berani menembus batas negara dan membawa nama baik almamater.
"Di luar sana ada banyak sekali kesempatan emas yang bisa diraih oleh mahasiswa UMM. Kuncinya adalah mahasiswa harus selalu memiliki inisiatif yang tinggi dan rajin mencari informasi terkait berbagai program pengembangan diri di tingkat global," pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?