Banner Iklan

ICOLESS 2026 Resmi Digelar, Fakultas Syariah UIN Malang Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional

JSN Admin 2
29 Juli 2026 • 15.31 WIB
ICOLESS 2026 resmi digelar, Fakultas Syariah UIN Malang yang dipimpin Dekan Umi Sumbulah siap memperkuat kolaborasi akademik internasional./dok.UIN Malang

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan The 9th International Conference on Law, Technology, Spirituality, and Society (ICOLESS) 2026.

Konferensi ini berlangsung pada 29–30 Juli 2026 yang diselenggarakan dengan melibatkan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Mengusung tema Digital Transformation and Global Ecosystem: Integration of Islamic Law and Contemporary Studies to Achieve the Sustainable Development Goals, ICOLESS 2026 menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemerhati hukum dari berbagai negara.

Mereka bergabung untuk mendiskusikan perkembangan hukum Islam, teknologi, serta dinamika masyarakat global di tengah pesatnya transformasi digital.

Konferensi diselenggarakan secara hybrid dengan memadukan sesi daring melalui Zoom dan presentasi luring di sejumlah ruang Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat, diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu kebangsaan Malaysia sebagai simbol persahabatan serta kolaborasi akademik antarnegara.

Pembukaan dihadiri Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Triyo Supriyatno, Ph.D., jajaran dekanat, ketua program studi, dosen, serta peserta konferensi dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., menegaskan pentingnya kolaborasi akademik lintas negara dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin kompleks.

Menurutnya, ICOLESS menjadi ruang untuk mengintegrasikan kajian hukum Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

"Tema yang kami angkat adalah transformasi digital dan ekosistem global yang mengintegrasikan hukum-hukum Islam dengan studi-studi kontemporer untuk mencapai SDGs. Kami berharap apa yang didiskusikan dalam konferensi ini benar-benar memberikan dampak bagi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Prof. Umi.

Ia menjelaskan, konferensi ini secara khusus membahas berbagai isu strategis, mulai dari hukum Islam, ekonomi syariah, ekosistem halal, Islamic Studies, hingga Religious Studies.

Selain memperkuat jejaring keilmuan, ICOLESS juga memberikan peluang publikasi ilmiah bagi para peserta. Fakultas Syariah bekerja sama dengan sejumlah jurnal ilmiah bereputasi sehingga artikel terbaik yang lolos seleksi berkesempatan dipublikasikan pada jurnal terindeks Scopus.

"Paper yang terseleksi akan dipresentasikan dalam panel session bersama editor-in-chief dan para pakar di bidangnya. Mereka akan memberikan masukan kepada para presenter agar artikel yang disusun semakin berkualitas dan siap dipublikasikan," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Triyo Supriyatno, Ph.D., dalam keynote speech menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak transformasi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan.

"Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem keilmuan yang adaptif terhadap transformasi digital dan tantangan global. Kolaborasi internasional seperti ICOLESS menjadi bagian penting untuk menghasilkan inovasi, riset berkualitas, serta solusi yang memberi manfaat bagi masyarakat dunia," tegas Prof. Triyo.

ICOLESS 2026 menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai negara sebagai narasumber utama, di antaranya Assoc. Prof. Anees Tahir, LL.M., Ph.D. dari Bahria University, Pakistan; Prof. Madya Datin Dr. Rafeah Saidon dari Academy of Contemporary Islamic Studies (ACIS) UiTM Shah Alam, Malaysia.

Kemudian, Prof. Dr. Zaenul Mahmudi, M.A. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; Satomi Ogata Nurchasanah dari Kyushu International University, Jepang; Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang;

Lalu, Assoc. Prof. Dr. Mohd. Shahid bin Mohd. Noh dari Academy of Islamic Studies, University of Malaya; serta Prof. Madya Dr. Zuliza Mohd. Kusrin dari Universiti Kebangsaan Malaysia.

Usai sesi keynote dan presentasi para narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan parallel session yang diikuti para dosen, peneliti, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun luar negeri untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka.

Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Sudirman, M.A., mengatakan bahwa pelaksanaan parallel session menjadi salah satu keunggulan ICOLESS karena melibatkan sejumlah Editor in Chief jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dan SINTA.

"Pelaksanaan parallel session ini melibatkan sejumlah Editor in Chief jurnal bereputasi yang terindeks Scopus dan SINTA. Mereka akan memilih artikel-artikel terbaik untuk dipublikasikan di jurnal masing-masing," ujar Prof. Sudirman.

"ICOLESS 2026 juga menghadirkan para pemandu diskusi dari kalangan dosen perguruan tinggi mitra, yakni UiTM dan UKM Malaysia, sebagai wujud kerja sama yang semakin kokoh di tingkat internasional. Tradisi ini telah kami laksanakan dalam beberapa tahun terakhir melalui penyelenggaraan konferensi ilmiah sebagai implementasi visi UIN Malang yang berwawasan global," imbuhnya.

Melalui penyelenggaraan ICOLESS 2026, Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi internasional, mendorong lahirnya riset-riset berkualitas, serta meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi global.

Konferensi ini diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, inovasi, dan solusi dalam pengembangan hukum Islam yang relevan dengan tantangan transformasi digital dan kebutuhan masyarakat dunia. (MFT)

Dokumentasi kegiatan (dok.UIN Malang):



Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • ICOLESS 2026 Resmi Digelar, Fakultas Syariah UIN Malang Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?