Banner Iklan

Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model Manajemen Ekstrakurikuler Strategis Berbasis Nilai Islam untuk Membangun Madrasah Unggul

Admin JSN
09 Juli 2026 | 11.13 WIB Last Updated 2026-07-09T04:13:01Z

Suasana sesi foto bersama usai pelaksanaan Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Malang 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melahirkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan Islam di Indonesia. Promovendus Sururin Nasihin berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka promosi doktor dengan menghadirkan sebuah model baru pengelolaan ekstrakurikuler yang mampu membangun budaya prestasi, memperkuat citra positif, serta meningkatkan daya saing madrasah secara berkelanjutan.

Disertasi yang dilaksanakan di MAN 2 Probolinggo ini berangkat dari fenomena meningkatnya persaingan antar lembaga pendidikan. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan, madrasah tidak cukup hanya unggul dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dituntut mampu membentuk karakter peserta didik, menghasilkan prestasi yang berkelanjutan, serta memperoleh kepercayaan masyarakat melalui tata kelola kelembagaan yang profesional.

Manajemen Ekstrakurikuler sebagai Strategi Pengembangan Madrasah

Penelitian ini menemukan bahwa manajemen ekstrakurikuler tidak lagi dapat dipandang sebagai kegiatan pelengkap di luar jam pelajaran. Sebaliknya, ekstrakurikuler telah berkembang menjadi strategi kelembagaan yang berperan dalam membangun karakter Islami, budaya mutu, budaya berprestasi, dan penguatan identitas madrasah.

Melalui tata kelola yang terencana, pembinaan yang berkesinambungan, kepemimpinan yang visioner, kolaborasi seluruh warga madrasah, serta evaluasi yang berorientasi pada peningkatan mutu, kegiatan ekstrakurikuler mampu menghasilkan prestasi akademik maupun nonakademik yang terus terjaga dari waktu ke waktu.

Prestasi tersebut tidak hanya tampak pada keberhasilan peserta didik meraih penghargaan di bidang akademik, keagamaan, olahraga, seni budaya, kepemimpinan, riset, dan keterampilan hingga tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga membangun pengalaman positif yang membekas di hati peserta didik, orang tua, alumni, dan masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan.

Temuan Baru: Model Manajemen Ekstrakurikuler Strategis Berbasis Prestasi

Kontribusi utama disertasi ini adalah lahirnya Achievement-Based Extracurricular Branding Model (AEBM) sebagai model manajemen ekstrakurikuler strategis berbasis nilai-nilai Islam dalam perspektif Manajemen Pendidikan Islam. Model ini merupakan sintesis dari tiga temuan utama, yaitu Achievement-Oriented Extracurricular Governance (AOEG) yang menekankan tata kelola ekstrakurikuler yang profesional, terencana, dan berorientasi pada mutu; Collaborative Achievement Management (CAM) yang memperkuat sinergi kepala madrasah, guru, pembina, peserta didik, orang tua, alumni, komite, dan mitra melalui budaya prestasi, komunikasi kelembagaan, serta nilai Fastabiqul Khairat; serta Achievement-Based Institutional Branding (ABIB) yang menghasilkan reputasi, citra positif, kepercayaan publik, dan penguatan identitas madrasah berbasis karakter Islami.

Sintesis ketiga komponen tersebut menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler telah bertransformasi dari sekadar pengelolaan kegiatan peserta didik menjadi instrumen strategis pengembangan kelembagaan. Tata kelola yang efektif melahirkan budaya berprestasi, budaya berprestasi menghasilkan prestasi akademik dan nonakademik yang konsisten, prestasi membangun reputasi dan kepercayaan publik, sedangkan reputasi yang dipelihara melalui kualitas layanan, komunikasi yang terbuka, dan budaya Islami berkembang menjadi citra positif madrasah.

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa keunggulan komparatif dibangun melalui kekhasan program ekstrakurikuler, budaya Islami, karakter peserta didik, dan identitas kelembagaan yang menjadi pembeda dengan madrasah lain. Adapun keunggulan kompetitif merupakan nilai tambah strategis yang sulit ditiru oleh lembaga lain karena bertumpu pada budaya organisasi yang mengakar, tata kelola yang konsisten, kolaborasi multipihak, inovasi berkelanjutan, serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan. Dengan demikian, manajemen ekstrakurikuler menjadi salah satu sumber keunggulan madrasah yang berkelanjutan (sustainable competitive advantage).

Prestasi Berawal dari Nilai-Nilai Islam

Penelitian ini juga menegaskan bahwa keberhasilan MAN 2 Probolinggo tidak hanya ditentukan oleh sistem manajemen modern, tetapi berakar pada internalisasi nilai-nilai Islam dalam seluruh proses pembinaan peserta didik.

Visi madrasah, "Mewujudkan Generasi Islami dan Berprestasi," menunjukkan bahwa pembentukan karakter Islami ditempatkan sebagai fondasi utama, sedangkan prestasi merupakan buah dari budaya disiplin, amanah, tanggung jawab, kerja keras, dan istiqamah yang dibangun secara konsisten.

Karena itu, citra positif madrasah bukan dibentuk melalui pencitraan atau promosi semata, melainkan tumbuh dari kualitas nyata yang dirasakan masyarakat. Ketika prestasi terus dipertahankan dan layanan pendidikan dijalankan secara profesional serta berlandaskan nilai-nilai Islam, maka reputasi dan kepercayaan publik akan terbentuk secara alami.

Relevan bagi Pengembangan Madrasah di Indonesia

Model manajemen ekstrakurikuler yang dihasilkan memiliki relevansi tinggi bagi madrasah di berbagai daerah. Yang dapat direplikasi bukanlah jenis kegiatan ekstrakurikulernya, melainkan prinsip-prinsip pengelolaannya, yaitu tata kelola yang profesional, kepemimpinan yang visioner, budaya mutu, pembinaan yang berkelanjutan, kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta evaluasi yang dilakukan secara terus-menerus.

Penelitian ini memperlihatkan bahwa keunggulan madrasah tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan fasilitas atau besarnya anggaran, tetapi terutama oleh kemampuan membangun sistem manajemen yang mampu menggerakkan seluruh potensi peserta didik menjadi prestasi yang berkelanjutan dan akhirnya memperkuat kepercayaan masyarakat.

Kaprodi S3 Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., memberikan apresiasi atas kualitas disertasi yang dihasilkan.

Menurut beliau, penelitian doktor harus mampu melahirkan kebaruan ilmiah, memperkuat pengembangan teori, serta memberikan solusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan Islam.

"Disertasi ini menunjukkan bahwa penelitian doktor tidak berhenti pada deskripsi praktik manajemen ekstrakurikuler, tetapi berhasil menghasilkan sintesis konseptual yang menghubungkan tata kelola kelembagaan, budaya prestasi, reputasi, citra positif, hingga keunggulan madrasah. Temuan ini memperkaya Body of Knowledge Manajemen Pendidikan Islam dan memberikan model yang dapat diadaptasi oleh madrasah lain sesuai karakteristik dan kebutuhannya," ujar Prof. Sutiah.

Beliau berharap hasil penelitian ini menjadi inspirasi bagi madrasah di Indonesia untuk terus memperkuat budaya Islami, membangun prestasi secara berkelanjutan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan ekstrakurikuler yang profesional, inovatif, dan berorientasi pada mutu.




Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Doktor MPI UIN Malang Lahirkan Model Manajemen Ekstrakurikuler Strategis Berbasis Nilai Islam untuk Membangun Madrasah Unggul

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now