Foto: Dokumentasi bersama dewan penguji
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menghasilkan inovasi konseptual dalam bidang Manajemen Pendidikan Islam. Dalam Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Juli 2026, di Gedung Susislo Bambang Yudoyo (SBY), Dr. Yuli Nur Rohmawati, Kepala Seksi Pendma Kemenga Kabupaten Malnag, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Praktik Kepemimpinan Transformasional dalam Memperkuat Keunggulan Kompetitif Madrasah (Studi Kasus di MTsN 3 Malang)."
Disertasi ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya persaingan lembaga pendidikan Islam di era transformasi digital, bonus demografi, dan persiapan Indonesia Emas 2045. Madrasah tidak lagi cukup dinilai dari keberhasilan akademik semata, tetapi juga dituntut mampu membangun budaya mutu, mengembangkan sumber daya manusia, melakukan inovasi secara berkelanjutan, serta menciptakan keunggulan kompetitif yang mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Penelitian ini berangkat dari kesenjangan penelitian sebelumnya yang lebih banyak menjelaskan pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja organisasi, tetapi belum mengungkap mekanisme praktik kepemimpinan yang membangun keunggulan kompetitif madrasah.
Transformasi Praktik Kepemimpinan Madrasah
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kepemimpinan transformasional di MTsN 3 Malang tidak berlangsung sebagai aktivitas administratif semata, tetapi berkembang menjadi proses strategis yang mengintegrasikan pengambilan keputusan, pemberdayaan sumber daya manusia, perubahan organisasi, dan inovasi secara berkelanjutan.
Penelitian ini membuktikan bahwa kepala madrasah berperan sebagai strategic leader, human capital developer, sekaligus change leader yang mampu membangun organisasi pembelajar, budaya inovasi, dan tata kelola madrasah yang adaptif terhadap perubahan lingkungan pendidikan.
Sintesis Temuan Penelitian
Kontribusi ilmiah utama penelitian ini adalah lahirnya Transformational Competitive Advantage Leadership (TCAL) Model sebagai sintesis dari tiga temuan besar penelitian.
Temuan pertama adalah Transformational Strategic Decision-Making Process (TSDP), yaitu praktik pengambilan keputusan strategis yang mengintegrasikan kepemimpinan visioner, keputusan berbasis bukti (evidence-based decision), partisipasi seluruh warga madrasah, implementasi adaptif, pendelegasian kewenangan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan sehingga menghasilkan strategic agility.
Temuan kedua adalah Transformational Human Resource Empowerment Process (THREP), yaitu mekanisme pemberdayaan sumber daya manusia melalui penempatan berbasis kompetensi, pengembangan profesional berkelanjutan, budaya kolaboratif, coaching, mentoring, supervisi, dan distribusi kepemimpinan sehingga menghasilkan competitive human capital sebagai sumber utama keunggulan madrasah.
Temuan ketiga adalah Transformational Change and Innovation Process (TCIP), yaitu praktik perubahan dan inovasi melalui kepemimpinan perubahan, organisasi pembelajar, transformasi digital, inovasi pembelajaran, monitoring, evaluasi, dan continuous innovation sehingga menghasilkan innovation-based competitive advantage.
Ketiga temuan tersebut kemudian diintegrasikan menjadi Transformational Competitive Advantage Leadership (TCAL) Model, yang menjelaskan bahwa keunggulan kompetitif madrasah dibangun melalui keterpaduan antara keputusan strategis, pemberdayaan sumber daya manusia, serta perubahan dan inovasi organisasi secara sistematis, adaptif, kolaboratif, dan berbasis bukti.
Perspektif Islam dalam Kepemimpinan Madrasah
Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan MTsN 3 Malang, yang secara historis berawal dari MTs Ma'arif di bawah naungan Yayasan Ma'arif Nahdlatul Ulama sebelum dinegerikan, tidak hanya ditentukan oleh penerapan kepemimpinan transformasional modern, tetapi juga oleh kuatnya internalisasi nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah dalam budaya organisasi. Nilai tawassuth, tasāmuh, tawāzun, i'tidāl, yang dipadukan dengan amanah, musyawarah (syūrā), keadilan ('adl), profesionalisme (itqān), fastabiqul khairāt, dan ihsan, menjadi landasan dalam pengambilan keputusan, pemberdayaan sumber daya manusia, pembentukan budaya organisasi, hingga pengembangan inovasi madrasah.
Dalam perspektif penelitian ini, nilai-nilai Islam melahirkan kepemimpinan transformasional; kepemimpinan transformasional membangun kapasitas organisasi; kapasitas organisasi menghasilkan perubahan dan inovasi; inovasi meningkatkan mutu pendidikan; mutu memperkuat reputasi; reputasi menumbuhkan kepercayaan masyarakat; dan kepercayaan berkembang menjadi keunggulan kompetitif madrasah. Temuan ini menegaskan bahwa Transformational Competitive Advantage Leadership (TCAL) merupakan model kepemimpinan yang mengintegrasikan tata kelola modern dengan nilai-nilai Islam, sehingga melahirkan madrasah yang unggul, adaptif, inovatif, berdaya saing, sekaligus tetap berakar pada tradisi keislaman.
Kontribusi terhadap Manajemen Pendidikan Islam
Disertasi ini memberikan kontribusi penting terhadap penguatan Manajemen Pendidikan Islam, khususnya pada pengembangan kajian: Kepemimpinan Pendidikan Islam;Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan; Organizational Development; Learning Organization; Human Capital Management; Change and Innovation Management; Competitive Advantage Management pada Madrasah.
Secara teoretis, penelitian ini memperluas teori kepemimpinan transformasional dengan menjelaskan mekanisme operasional bagaimana kepemimpinan membangun keunggulan kompetitif melalui tiga proses utama, yaitu TSDP, THREP, dan TCIP, yang kemudian disintesiskan menjadi TCAL Model. Model ini menjadi pengembangan teori kepemimpinan transformasional dalam konteks Manajemen Pendidikan Islam, sekaligus menawarkan kerangka konseptual baru bagi pengembangan madrasah unggul.
Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Sutiah, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas temuan yang dihasilkan dalam disertasi tersebut. Menurut beliau, tantangan pendidikan abad ke-21 menuntut lahirnya model-model kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan dinamika perubahan organisasi pendidikan.
"Model Transformational Competitive Advantage Leadership (TCAL) yang dihasilkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional tidak cukup dipahami sebagai kemampuan memengaruhi orang lain, tetapi sebagai kemampuan mengintegrasikan strategi, pengembangan sumber daya manusia, serta perubahan dan inovasi secara berkelanjutan. Model seperti inilah yang dibutuhkan untuk memperkuat daya saing madrasah di era global," ungkap Prof. Sutiah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?