Banner Iklan

Belajar di Pusat Kebijakan, Mahasiswa Syariah UIN Malang Rampungkan PKL di Ditjen Bimas Islam

JSN Admin 2
31 Juli 2026 • 20.04 WIB
Mahasiswa Syariah UIN Malang belajar di pusat kebijakan dengan merampungkan PKL di Ditjen Bimas Islam./dok.UIN Malang

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Kesempatan belajar langsung di pusat perumusan kebijakan keagamaan menjadi pengalaman berharga bagi enam mahasiswa Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Setelah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan di Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, mereka resmi menuntaskan program tersebut.

Penutupan dan penarikan mahasiswa dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Selama mengikuti PKL, para mahasiswa tidak hanya mempelajari tata kelola administrasi pemerintahan dan regulasi keagamaan, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai agenda strategis Ditjen Bimas Islam.

Mereka mengikuti kegiatan monitoring dan pendataan di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA), menghadiri rapat koordinasi nasional terkait verifikasi pengangkatan Kepala KUA, serta berpartisipasi dalam evaluasi dan persiapan uji kompetensi penyuluh agama.

Pengalaman tersebut menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori hukum Islam yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik penyelenggaraan pelayanan publik di tingkat nasional.

Selama menjalani PKL, mahasiswa ditempatkan di sejumlah unit kerja di lingkungan Ditjen Bimas Islam, yakni Subdirektorat Bina Paham Keagamaan Islam pada Direktorat Urusan Agama Islam.

Kemudian, Subdirektorat Kelembagaan KUA dan Subdirektorat Kepenghuluan pada Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Subdirektorat Penyuluh Agama Islam pada Direktorat Penerangan Agama Islam, serta Direktorat Zakat dan Wakaf. 

Penempatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara langsung beragam fungsi dan tugas Ditjen Bimas Islam. Dimulai dari pembinaan paham keagamaan, penguatan kelembagaan KUA, pembinaan profesi penghulu, pengembangan penyuluh agama, hingga pengelolaan zakat dan wakaf.

Ketua kelompok PKL, Zahran Hazimulfikri Saprudin, mengaku bangga dan bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama berada di Ditjen Bimas Islam memberikan wawasan yang tidak didapatkan di ruang kelas.

"Kami mendapatkan banyak ilmu selama PKL di Bimas Islam. Kami diajak langsung oleh para kepala subdirektorat mengikuti kegiatan monitoring dan pendataan di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di wilayah Bekasi," ujarnya.

Zahran menjelaskan, mahasiswa juga diberi kesempatan mengikuti rapat koordinasi secara daring mengenai verifikasi pengangkatan Kepala KUA bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia.

Selain itu, mereka turut terlibat dalam kegiatan evaluasi dan persiapan uji kompetensi penyuluh agama bersama Direktorat Penerangan Agama Islam.

"Banyak pengalaman berharga yang kami peroleh selama PKL. Seluruh kepala subdirektorat di lingkungan Ditjen Bimas Islam sangat terbuka dan memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar secara langsung," katanya.

"Bahkan, saat penutupan kegiatan, beberapa kepala subdirektorat menyampaikan apresiasi atas kontribusi kami selama menjalani PKL serta memberikan masukan agar durasi program PKL pada tahun-tahun mendatang dapat diperpanjang sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman yang lebih optimal," imbuh Zahran.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fakultas Syariah UIN Malang, Dr. H. Miftahul Huda, S.H.I., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Ditjen Bimas Islam yang telah menerima serta membimbing mahasiswa selama menjalani PKL.

"Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen Bimas Islam beserta seluruh kepala subdirektorat yang telah menerima mahasiswa Fakultas Syariah dengan sangat baik selama menjalani PKL," ujar Miftahul Huda.

"Semoga ilmu, pengalaman birokrasi, dan bimbingan yang telah diberikan menjadi amal jariyah sekaligus bekal berharga bagi masa depan akademik dan profesional mahasiswa," harapnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Tim Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) Ditjen Bimas Islam sekaligus pendamping lapangan PKL, Firdaus Indriawan, S.H. Menurutnya, para mahasiswa menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, dan etos kerja yang baik selama mengikuti program tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Fakultas Syariah UIN Malang yang telah mengirimkan mahasiswanya untuk belajar di Ditjen Bimas Islam," ungkap Firdaus.

"Selama satu bulan mereka menunjukkan dedikasi, kedisiplinan, dan etos kerja yang baik dalam mendukung berbagai program di lingkungan Ditjen Bimas Islam. Kami berharap sinergi antara dunia akademik dan instansi pemerintah seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang," sambungnya.

Penyerahan cenderamata Fakultas Syariah UIN Malang kepada Ditjen Bimas Islam./dok.UIN Malang

Prosesi penutupan ditandai dengan penyerahan cenderamata dari Fakultas Syariah UIN Malang kepada Ditjen Bimas Islam yang diterima oleh Ketua Sub Tim Kepegawaian Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH), Irnaningsih, S.H.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat PKL kepada seluruh mahasiswa serta sesi foto bersama sebagai penutup rangkaian acara.

Program PKL ini diharapkan tidak hanya memperkaya kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter profesional, integritas, serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai tata kelola pelayanan keagamaan di lingkungan pemerintahan.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi lahirnya lulusan Fakultas Syariah yang siap berkontribusi dalam pengembangan hukum Islam dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia.(MFT)

Editor: YAN

Baca juga: Fakultas Syariah Sukses Menggelar ICOLESS ke-9


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Belajar di Pusat Kebijakan, Mahasiswa Syariah UIN Malang Rampungkan PKL di Ditjen Bimas Islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?