Banner Iklan

Back to Back dan Progres Estella Loupatty Bersama Timnas Putri Indonesia di Piala AFF Wanita 2026

JSN Admin 2
23 Juli 2026 | 21.50 WIB Last Updated 2026-07-23T14:52:08Z
Estella Loupatty meraih juara Piala AFF back to back bersama Timnas Putri Indonesia./Instagram @estellaloupatty

KUALA LUMPUR | JATIMSATUNEWS.COM: Timnas Putri Indonesia back to back juara Piala AFF Wanita pada Rabu (22/7) malam WIB di Stadion Kuala Lumpur, Malaysia.

Timnas Putri Indonesia asuhan Pelatih Satoru Mochizuki memenangkan final Piala AFF Wanita 2026 dengan kemenangan telak 5-0 atas Laos.

Di balik kemenangan tersebut ada satu pemain Indonesia yang menarik perhatian, yakni Estella Loupatty.

Estella Loupatty, Pemain Naturalisasi Keturunan Tersukses

Pemain yang akan berusia 23 tahun pada November mendatang meraih gelar keduanya bersama Indonesia di Piala AFF.

Sebab, pemain kelahiran Amsterdam Belanda ini juga menjadi bagian skuat juara edisi 2024 di Vientiane, Laos.

Saat itu, Estella Loupatty dan Noa Leatomu menjadi gelombang pertama pemain naturalisasi jalur keturunan yang memperkuat Timnas Putri Indonesia.

Estella pun debut internasional secara resmi di ajang tersebut dan memainkan tiga pertandingan sebagai pemain pengganti.

Ia debut saat imbang 0-0 dengan Kamboja di fase grup dan kembali bermain di babak kedua saat Indonesia menang 3-0 atas Singapura di semifinal.

Lalu, ia masuk lagi dari bangku cadangan saat Indonesia menang 3-1 atas Kamboja di final.

Estella menjadi pemain naturalisasi keturunan pertama yang berhasil debut sekaligus memainkan tiga pertandingan pertamanya usai resmi WNI pada November 2024.

Estella pun meraih pengalaman yang berbeda dibanding Noa saat itu karena Noa sama sekali tidak bermain, bahkan ia baru menjalani debut bersama Garuda Pertiwi pada Kejuaraan ASEAN Wanita 2025 yang kala itu dilatih sementara oleh Joko Susilo.

Itu pun Noa hanya memainkan dua pertandingan. Sedangkan, Estella kini sudah menjalani 18 pertandingan dengan koleksi 2 gol.

Estella Jalani Progres Bersama Indonesia

Selain meraih gelar keduanya di Piala AFF bersama Indonesia, Estella juga menjalani progres.

Jika dibandingkan dengan edisi pertama, Estella pada 2026 lebih berkembang.

Ia memainkan empat pertandingan sebagai starter dan mencetak dua gol yang merupakan pertama ia ukir untuk Indonesia.

Bermain 100 persen starter, mencetak dua gol, dan satu kali menjadi pemain terbaik pertandingan saat melawan Timor Leste di fase grup, membuat edisi 2026 merupakan lompatan progres bagi pemain keturunan Maluku dan Argentina tersebut.

Pentingnya Menit Bermain di Klub

Faktor besar dari perkembangan Estella Loupatty di Timnas Putri Indonesia adalah bermain reguler di klub.

Setelah kesulitan mendapat menit bermain di klub liga teratas Belgia, Zulte Waregem Vrouwen, Estella pindah ke Women Torres yang berlaga di Serie C Italia.

Di Italia, ia memainkan 20 pertandingan selama musim 2025/26 dan mencetak 10 gol.

Catatan ini jelas melampaui jejaknya di Zulte Waregem yang hanya menjalani tiga pertandingan dan tanpa mencetak gol selama paruh pertama 2025.

Meski bermain di kasta yang lebih rendah dari Liga Super Belgia, pengalaman bermain reguler jauh lebih penting dalam membangun jam terbang Estella.

Inilah yang membuatnya juga mulai dipercaya Mochizuki—yang ditunjuk PSSI lagi sebagai pelatih Indonesia putri—sejak FIFA Matchday Juni 2026.

Estella langsung starter pada dua laga melawan Singapura dan Kamboja di Bandung yang kemudian berlanjut di Piala AFF.

Kini, Estella Loupatty menjadi pemain naturalisasi keturunan yang mempunyai caps terbanyak (18), unggul atas Emily Nahon (17), Isa Warps (15), Felicia de Zeeuw (14), Iris de Rouw (12), Isabelle Nottet (7), Pauline van de Pol (6), Isabel Kopp (3), dan Noa Leatomu (2).

Bahkan, caps Estella lebih banyak dari kiper terbaik AFF 2024 dan 2026, Laita Roati Masykuroh yang memainkan laga ke-15 pada final di Kuala Lumpur.

Dari progres ini menunjukkan bahwa pengalaman bermain reguler di klub sangat penting untuk membantu pemain juga tampil apik bersama tim nasionalnya.

Maka, tidak heran jika Pauline van de Pol—saat diwawancarai Kumparan Bolanita—juga menyebut keberadaan liga putri di Indonesia mulai Oktober 2026 mendatang juga berpotensi memberi pengaruh terhadap perkembangan Timnas Putri Indonesia.

Hingga Mochizuki mengangkat trofi keduanya secara beruntun di Piala AFF, Indonesia masih berstatus negara satu-satunya yang mengikuti turnamen tanpa liga domestik.

Beberapa pemainnya bahkan sempat bermain di luar negeri, seperti Sheva Imut yang pernah bermain di Filipina, Timor Leste, dan Malaysia.

Remini Rumbewas yang pernah bermain di Timor Leste, hingga Gea Yumanda yang pernah bermain di Filipina bersama Sheva Imut, Shalika Aurelia, dan Nafeeza Nori.

Indonesia Kembali Masuk Pot 3 Kejuaraan ASEAN Wanita 2027

Sebagai juara AFF 2026, Indonesia kembali masuk pot 3 untuk undian fase grup ASEAN Women's Championship 2027.

Pot 1 diprediksi akan ditempati Australia U-23 dan Myanmar yang menjadi finalis edisi 2025.

Pot 2 akan ditempati Vietnam dan Thailand yang menjadi semifinalis 2025.

Pot 3 ditempati Filipina dan Indonesia—seperti edisi 2025, serta pot 4 akan diisi Laos dan Singapura.

Penempatan pot tersebut masih bisa berubah jika ada tim yang menjadi tuan rumah di luar pot 1.

Jika tuan rumahnya di antara Thailand, Vietnam, atau Filipina, maka akan ada pergeseran.

Namun, Indonesia tetap akan di pot 3 karena yang terpengaruh hanya antara Australia atau Myanmar, dan Thailand, Vietnam, atau Filipina.

Apa pun itu, Indonesia diprediksi akan berusaha tampil lebih baik daripada edisi 2025 agar ada peluang untuk tanpa mengikuti Piala AFF pada 2028 dan langsung ikut kejuaraan 2029. ***

Penulis: YAN

Baca juga: 5 Pemain Cetak Gol di Final Piala AFF Wanita 2026!


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Back to Back dan Progres Estella Loupatty Bersama Timnas Putri Indonesia di Piala AFF Wanita 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now