Banner Iklan

Kecam Keras Eksibisionisme di Jalur Pantura, BEM UNU Pasuruan Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Anis Hidayatie
10 Mei 2026 | 21.05 WIB Last Updated 2026-05-10T14:05:55Z


 BEM UNU Pasuruan Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku pelecehan seksual 

PASURUAN  | JATIMSATUNEWS.COM: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan secara resmi mengeluarkan kecaman keras atas insiden pelecehan seksual dan eksibisionisme yang menimpa salah satu mahasiswinya, MBB (21), di jalur Pantura pada Minggu (10/5/2026).

Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat korban sedang dalam perjalanan dari kediamannya di kawasan Grati menuju Kota Pasuruan. Korban yang diketahui sedang dalam perjalanan untuk keperluan bimbingan tugas akhir (skripsi), dibuntuti oleh seorang pria tak dikenal. Berdasarkan keterangan dan bukti yang tersebar, pelaku mengendarai motor Honda Vario 125 bernopol N 5786 VAR, memepet korban, dan melakukan tindakan asusila dengan memamerkan alat kelamin di ruang publik.

Menanggapi hal ini, Presiden Mahasiswa (Presma) UNU Pasuruan, Muhammad Ubaidillah Abdi, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan jalanan yang merenggut hak atas rasa aman bagi perempuan dan masyarakat luas di wilayah Pasuruan.

"Kami dari BEM UNU Pasuruan sangat prihatin dan mengutuk keras tindakan amoral ini. Ruang publik harus menjadi tempat yang aman dari segala bentuk kekerasan seksual. Ini tidak bisa dibiarkan, terlebih insiden ini terjadi saat korban sedang berjuang menyelesaikan skripsinya," tegas Ubaidillah dalam keterangan resminya, Minggu (10/5).

Lebih lanjut, Ubaidillah mendesak jajaran aparat kepolisian di wilayah Pasuruan untuk bergerak cepat merespons insiden yang telah meresahkan masyarakat ini. Dengan berbekal informasi pelat nomor kendaraan serta ciri-ciri fisik pelaku yang telah terpublikasi luas melalui pemberitaan media massa, pihak BEM meyakini aparat penegak hukum memiliki kapasitas untuk segera meringkus pelaku.

"Identitas kendaraannya sudah sangat jelas terekam. Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap pelaku tanpa penundaan agar tidak ada lagi korban lain di kemudian hari, serta memberikan efek jera yang sepadan dengan perbuatannya," imbuhnya.

Selain desakan penegakan hukum kepada pihak berwajib, BEM UNU Pasuruan juga berkomitmen penuh untuk mengawal pemulihan kondisi korban. Pihaknya mendesak jajaran birokrasi kampus UNU Pasuruan untuk proaktif memberikan pendampingan pemulihan trauma (trauma healing) secara komprehensif. BEM UNU Pasuruan juga meminta pihak kampus untuk memberikan jaminan agar insiden traumatis ini tidak berdampak buruk pada proses penyelesaian tugas akademik maupun bimbingan skripsi korban.

Dalam akhir keterangannya, Muhammad Ubaidillah Abdi yang juga mengemban amanah sebagai Koordinator Aliansi BEM Pasuruan Raya (BEMPAS) ini menginstruksikan seluruh elemen mahasiswa untuk merapatkan barisan.

"Kami mengajak seluruh kawan-kawan mahasiswa, khususnya yang tergabung dalam Aliansi BEM Pasuruan Raya, untuk turut serta menyoroti dan mengawal kasus pelecehan ini hingga tuntas. Tidak boleh ada ruang sedikitpun bagi predator seksual untuk berkeliaran bebas di Pasuruan," pungkasnya. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kecam Keras Eksibisionisme di Jalur Pantura, BEM UNU Pasuruan Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now