Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melepas Mahasiswa Internasional Internship Program (ICP) 2026 ke Malaysia. Kegiatan itu dalam rangka meningkatkan kompetensi dan pengalaman internasional mereka. Acara pelepasan ini dilaksanakan di Gedung FITK UIN Maliki Malang pada Senin (30) dengan tema “Membangun Generasi Unggul dan Berdaya Saing Global Melalui Pengalaman Internasional”.
Dalam sambutannya, Dekan FITK, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, MA., menyampaikan bahwa program ICP ini merupakan salah satu program unggulan FITK yang bertujuan meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman internasional.
“Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan mereka dan membawa pulang pengalaman berharga yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Prof. Muhammad Walid juga menjelaskan bahwa mahasiswa ICP 2026 akan melakukan penelitian tentang kurikulum dan kemampuan guru di Malaysia, serta mengikuti asistensi mengajar di sekolah internasional.
“Dengan demikian, mereka dapat memahami perbedaan sistem pendidikan di Malaysia dan Indonesia, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan global,” tambahnya.
Foto: Sambutan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Rektor UIN Maliki Malang tentang menjaga etika akademik di kancah internasional.
“Mari kita jaga niat dan akhlak kita di negeri seberang, jaga nama baik almamater dan bangsa, serta adaptif dan terbuka dalam menghadapi perbedaan budaya,” pesannya.
Selain itu, Prof. Triyo juga menekankan pentingnya mahasiswa ICP 2026 untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai keislaman di Malaysia.
“Kita harus menjadi duta-duta bangsa yang baik dan membawa nama baik Indonesia ke kancah internasional,” ujarnya.
Sebagai informasi, mahasiswa ICP 2026 akan menjalani magang di Malaysia selama 28 hari, mulai 1-28 April 2026. Mereka akan ditempatkan di beberapa sekolah internasional di Malaysia dan diupayakan akan mendapatkan sertifikat pendidik internasional dari lembaga yang dituju.
Sertifikat tersebut nantinya dapat digunakan saat bekerja, karena tidak menutup kemungkinan Sekolah Internasional akan melirik para lulusan yang pernah melakukan Pembelajaran di Luar Negeri. Beberapa sekolah yang dituju diantaranya: Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Mahad Tahfizh Sains Taufikah Khairiah, Mahad Tahfizh Ihya’ Al-Ahmadi dan Mahad Tahfizh As-saidiyyah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?