Ibu Nyai Hj. Mudrikatun Nikmah dari Tuban mengisi acara inti di pengajian Rutinan Jumat Pahing Muslimat Kecamatan Widodaren Kabupaten Ngawi
NGAWI I JATIMSATUNEWS.COM:
Pengajian Jumat Pahing Muslimat Kecamatan Widodaren di awal tahun menghadirkan narasumber perempuan dan membuat jamaah riuh setelah acara doa.(31/01/2026)
Berlokasi di halaman Masjid Abu Ubaidah bin Jarah Dusun BulakGereng, Desa Kayutrejo, Kecamatan Widodaren Ngawi, pengajian akbar PAC Muslimat Widodaren berlangsung meriah. Hal ini nampak dari antusias pengunjung saat berebut sayuran yang dihias di bawah panggung juga pada batang pohon pisang.
"Nanti sayuran yang ditata dan dihias ini boleh diambil setelah acara doa njih?" tawar Dina Anwary ketua PAC Muslimat Widodaren kepada jamaah dalam sambutannya.
Selalu ada yang menarik selain pemberian hadiah kepada anggota Muslimat yang beruntung, termasuk di dalam pengajian Rutinan Jumat Pahing itu ada dekorasi hiasan bahan makanan mentah yang membuat jamaah riuh saat berebut mengambilnya.
"Senang saja ambil sayuran, kan barokah karena sudah didoakan," jawab salah satu jamaah setelah rela berdusel-dusel dengan jamaah lainnya.
Untuk penghargaan diberikan kepada ketua Ranting (PR) Sekaralas dan ketua Ranting (PR) Sekarputih. Selain kepada 20 pengurus Ancab yang selalu aktif dalam kegiatan Muslimatan dan beberapa tokoh laki-laki yang senantiasa hadir dalam pengajian rutin Muslimat.
Tak hanya itu, secara perdana lagu Perempuan Aswaja turut meramaikan acara. Beberapa jamaah bahkan belum hapal liriknya.
Seperti Murtiningsih, jamaah dari PAC Ngrambe, yang mengaku baru kali ini mendengar lagu Perempuan Aswaja pada Jatimsatunews Jumat siang (30/01/2026).
Tim Banser memperagakan tarian Jumberareka untuk memeriahkan acara Pengajian Jumat Pahing Muslimat NU Kecamatan WidodarenTim dari Banser juga tampil di depan panggung dengan memperagakan tarian Jumberareka dan Mars Banser yang sangat penuh semangat. Sehingga membuat atensi jamaah sangat tinggi.
Selanjutnya ada hadrah Al Mufida dari Desa Kedunggudel yang juga memeriahkan acara, sekaligus mengiringi narasumber dalam sesi Mauidhoh Hasanah.
Ibu Nyai Hj. Mudrikatun Nikmah dari Tuban Jawa Timur mengisi acara inti dengan mengajak jamaah untuk senantiasa mudah bersyukur dan menghindari kebiasaan mengeluh dalam hidup.
"Ojo pengen neng nduyo penak, amarga neng nduyo iku wayahe nandur," tutur Bu Nyai Mudrikatun sebagai refleksi untuk senantiasa bersusah payah dalam melakukan ibadah.
Menariknya narasumber juga menyampaikan terkait resep agar tidak hidup dalam kefakiran di dunia, yaitu menjaga sholat. Hal ini karena sholat merupakan ibadah yang modalnya sama bagi tiap manusia, yaitu waktu.
"Neng nduyo amal iku ora bakal selamat songko omongane manungsa. Seng penting ikhlas, belajar ikhlas," tutup narasumber dari Tuban tersebut.
Acara doa dipimpin oleh Rais Syuriyah NU Widodaren, Kyai Mochtar Khudlori dari Sekarputih. Selanjutnya disusul acara mengambil sayuran dan tempe bungkus daun jati yang telah disiapkan oleh panitia.
Nampak seluruh Banom dan Lembaga NU hadir dalam pengajian akbar Muslimat. Acara berlangsung dari pukul 13:00-16:00 WIB dengan pengamanan dari Banser dan Karang Taruna setempat.(Qony)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?