Banner Iklan

Mahasiswa Teknik Sipil UMM Sabet Juara Nasional Lewat Inovasi Smart Bridge

Rahmani Hafidzi
05 Januari 2026 | 18.59 WIB Last Updated 2026-01-05T12:02:13Z

Foto: Tim UMM di KJI-KBGI 2025

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mencatatkan prestasi di level nasional. Tim Teknik Sipil UMM berhasil meraih Juara 3 Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) 2025 kategori Jembatan Model Pelengkung, ajang yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim tersebut diketuai Ayunda Elvandari, mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2022, berpasangan dengan Akbar Nurfitriono dari angkatan 2023. Keduanya tergabung dalam LSO Surya Teknik Sipil UMM.

Ayunda menjelaskan, proses seleksi dimulai sejak pertengahan 2025 melalui penyusunan proposal desain jembatan. Dari sekitar 150 proposal yang masuk secara nasional, hanya 10 tim yang lolos ke babak final kategori pelengkung.

Kompetisi KJI-KBGI 2025 berlangsung pada 12–17 November 2025. Tahap perakitan jembatan dilakukan pada 15 November, sementara malam penganugerahan digelar sehari setelahnya. Ajang ini mempertemukan mahasiswa teknik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menguji ketepatan desain, kekuatan struktur, hingga kerja tim.

Dalam kompetisi tersebut, tim UMM mengusung konsep smart bridge, yakni jembatan yang dilengkapi sistem sensor untuk mendeteksi potensi kerusakan struktur. Konsep ini dipadukan dengan pendekatan keberlanjutan melalui efisiensi material dan pemanfaatan ulang limbah produksi sebagai alat bantu perakitan.

“Konsep ini kami pilih karena relevan dengan tantangan infrastruktur dan keterbatasan akses transportasi di Indonesia,” kata Ayunda.

Namun, perjalanan menuju podium tidak berjalan mulus. Ayunda mengungkapkan, kendala justru muncul pada tahap fabrikasi, ketika sejumlah pekerjaan tidak sesuai dengan jadwal awal. Untuk mengatasinya, tim membagi peran secara ketat, mulai dari pengawasan fabrikasi hingga penyusunan presentasi dan detail visual jembatan.

Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi LSO Surya Teknik Sipil UMM, yang dalam dua tahun terakhir belum kembali naik podium nasional. Menurut Ayunda, kunci keberhasilan terletak pada kekompakan tim dan proses evaluasi desain yang dilakukan berulang kali.

Dosen pembina tim, Dr. Ir. Moh. Abduh, MT., IPM., ACPE., menilai kompetisi KJI tidak hanya menguji kemampuan teknis mahasiswa. Ia menekankan pentingnya ketangguhan mental, pengendalian emosi, serta kerja sama tim dalam menghadapi tekanan kompetisi.

“Prestasi lahir dari keseimbangan antara kemampuan intelektual, sikap, dan keterampilan teknis yang berjalan bersamaan,” ujarnya. (raf)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa Teknik Sipil UMM Sabet Juara Nasional Lewat Inovasi Smart Bridge

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now