DPD RI Cantik Lia Istifhama Ikut Lomba Makan Papeda hingga Nari Bareng, Baur dengan Keluarga Besar Maluku di Surabaya
SURABAYA| JATIMSATUNEWS.COM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Lia Istifhama, kembali mencuri perhatian. Tak hanya tampil anggun, senator asal Jawa Timur yang kerap disapa Ning Lia itu menunjukkan sisi humanis dan kehangatannya saat membaur bersama keluarga besar Maluku di Jawa Timur. Mulai dari ikut lomba makan papeda, menari bersama, hingga larut dalam nuansa budaya, Lia tampak menikmati kebersamaan penuh kekeluargaan.
Kehangatan tersebut mewarnai acara Pelantikan Pengurus Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) yang digelar di Surabaya. Acara ini turut dihadiri Anggota DPD RI asal Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina atau yang akrab disapa Boy Latuconsina, tokoh masyarakat Maluku, akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah.
Tak sekadar hadir secara simbolis, DPD RI Cantik Lia Istifhama terlihat aktif mengikuti rangkaian kegiatan budaya. Ia bahkan tak canggung ikut menari bersama dan berbaur dengan warga, mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
Dalam sambutannya, Lia mengapresiasi kuatnya nilai Basudara yang hidup di tengah masyarakat Maluku. Menurutnya, semangat persaudaraan, keberanian, solidaritas, dan etos kerja tinggi merupakan modal sosial besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan.
“Persaudaraan Maluku adalah contoh nyata bahwa kerja keras dan kebersamaan menjadi kunci kemajuan. Dengan kekayaan budaya serta kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, masyarakat Maluku harus percaya diri untuk tampil dan berkiprah di tingkat nasional,” ujar Lia Istifhama.
Ning Lia juga menegaskan pentingnya peran organisasi seperti KPPM dalam menjembatani aspirasi masyarakat daerah ke tingkat nasional. Ia menilai KPPM tidak hanya berfungsi sebagai organisasi kultural, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendorong pembangunan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.
Ketua KPPM, Frans Huawe, menegaskan bahwa KPPM hadir sebagai ruang pemersatu yang berakar pada nilai kemanusiaan dan sejarah panjang orang Maluku.
“Ini adalah proses peralihan dan keputusan baru. Kita harus bersatu, bergandengan tangan, serta menatap masa depan bersama. Tantangan bisa menjadi hambatan, tetapi juga peluang,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina KPPM, Prof. Paul Tahalele, menyoroti pentingnya peran generasi muda Maluku, khususnya dalam bidang pendidikan. Ia menyebut Maluku masih menghadapi tantangan serius dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Maluku memiliki kekayaan luar biasa, dari rempah-rempah, ribuan pulau yang indah, hingga budaya seperti Tari Cakalele, Saureka, dan Poloneis. Dengan meneladani semangat Pattimura dan semboyan Lawa Mena Haulala, kita harus keluar dari kemiskinan melalui pendidikan dan persatuan,” tegasnya.
Senator Boy Latuconsina pun mendorong KPPM agar menjadi ruang kolaborasi lintas daerah dan lintas generasi, sekaligus mampu melahirkan lebih banyak tokoh Maluku yang tampil di panggung nasional.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Bakesbangpol Jatim, Eddy Supriyanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan kesejahteraan melalui peningkatan kualitas pendidikan, serta menjadikan organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis dalam menjaga persatuan dan kebhinekaan.
Kehadiran DPD RI Cantik Lia Istifhama dalam acara tersebut menjadi simbol bahwa kebhinekaan bukan sekadar slogan, melainkan nilai hidup yang dirayakan bersama dalam kebersamaan, budaya, dan persaudaraan. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?