Mereka tidak sekadar memperingati Isra Mikraj sebagai seremoni tahunan, melainkan mengemasnya sebagai media kajian mendalam untuk mengenal sisi kemanusiaan dan kepemimpinan Rasulullah SAW melalui tema besar: “Healing with Iman”.
Bukan Sekadar Pelarian
Bagi anak muda masa kini, istilah healing sering kali diidentikkan dengan liburan atau hiburan sesaat. Namun, FORSTILLING ingin menawarkan perspektif yang berbeda. Melalui tangan dingin para aktivis dakwah kampus ini, perjalanan Isra Mikraj dibedah sebagai peta jalan bagi jiwa yang lelah.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Malang, Gus Shampton, yang hadir sebagai narasumber, menangkap keresahan mahasiswa tersebut. Di depan audiens yang didominasi generasi Z, beliau menekankan bahwa kedekatan dengan Sang Pencipta adalah ruang hening paling otentik di tengah dunia yang semakin bising.
"Banyak orang hari ini lelah secara mental dan kosong secara spiritual. Isra Mikraj mengajarkan bahwa penyembuhan sejati bermula dari pengakuan akan kerendahan hati di hadapan Allah," tutur Gus Shampton dengan nada yang kebapakan.
Beliau juga mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa iman hanya akan melahirkan keangkuhan, seperti sosok Abu Jahal. Sebaliknya, bagi mahasiswa FEB yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin, spiritualitas adalah jangkar agar jabatan dan ilmu tetap berbanding lurus dengan ketaatan.
Inisiatif dari Ruang Mentoring
Keberhasilan acara ini menjadi bukti nyata konsistensi FORSTILLING dalam menjaga keseimbangan antara intelektualitas dan spiritualitas di lingkungan kampus. Selama ini, lewat program seperti Sekolah Mentoring dan pengajaran rutin, lembaga ini konsisten hadir sebagai pendamping moral bagi mahasiswa.
Dr. Nurul Badriyah, S.E., M.E., Wakil Dekan III FEB UB, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswanya. Ia menilai langkah FORSTILLING selaras dengan upaya universitas dalam memperhatikan kesehatan mental (mental health) mahasiswa.
"Peringatan ini menjadi ruang refleksi agar mahasiswa tidak kehilangan arah di tengah tuntutan prestasi yang tinggi," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, FORSTILLING ingin mengirimkan pesan kuat: bahwa menjadi ahli ekonomi yang hebat harus dimulai dengan memiliki jiwa yang sehat dan spiritualitas yang kuat. Karena pada akhirnya, kepemimpinan yang paling tangguh adalah kepemimpinan yang meneladani keteguhan jiwa Rasulullah SAW.
Di akhir acara, suasana khidmat masih terasa. Para peserta pulang tidak hanya dengan pengetahuan baru, tetapi mungkin dengan secercah ketenangan yang mereka cari selama ini di balik tumpukan buku dan layar laptop.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?