Banner Iklan

Aji Warga Kota Pasuruan Lolos dari Stroke dan Rumah Roboh Berkat Kesigapan Walikota Adi Beri Bantuan

Anis Hidayatie
04 Januari 2026 | 16.41 WIB Last Updated 2026-01-04T14:06:27Z

 

Aji (kaos putih) bersama Ojin (topi) mendampingi tukang merehab rumah Aji.
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Perjuangan hidup Aji, lelaki sebatang kara asal Kota Pasuruan, akhirnya menemui titik terang. Setelah bertahun-tahun hidup sendiri dalam kondisi ekonomi serba terbatas, Aji berhasil melewati dua ujian berat sekaligus: serangan stroke dan rumah tua yang ambruk. Kini, ia menyampaikan rasa terima kasih tak terhingga kepada Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo beserta jajaran pemerintah yang telah hadir menyelesaikan permasalahannya. 

Aji sendiri telah tinggal di rumah tua itu seorang diri selama kurang lebih 15 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ia bekerja sebagai sopir lepas. Kalau tak ada yang menyuruh ia bekerja serabutan, termasuk mengumpulkan barang rongsokan. Penghasilannya tidak menentu, kadang hanya Rp10.000 hingga Rp30.000 per hari.

Kondisi rumah yang ditempatinya pun jauh dari kata layak. Bangunan yang sudah tua mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian. Atap bocor, genteng pecah, dan struktur bangunan rapuh hingga akhirnya roboh. Dengan keterbatasan fisik dan ekonomi, Aji mengaku sama sekali tidak mampu melakukan perbaikan secara mandiri.

“Saya hidup sendiri. Untuk memperbaiki rumah, saya tidak sanggup,” ungkapnya.

Kondisi tersebut diketahui Ojin, wartawan JatimSatuNews Pasuruan yang memberitakan kisahnya, lalu menyampaikan hal ini pada Walikota Adi. Usut punya usut Aji diketahui beberapa syarat belum dipenuhi untuk mendapatkan bantuan. Akhirnya Aji mengikuti arahan RT, RW, dan pihak kelurahan untuk memenuhi syarat administrasi sebagai upaya mendapatkan bantuan. 

Aji melaporkan kondisi rumahnya sesuai prosedur. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga akhirnya bantuan pemerintah turun. Proses pengajuan hingga pengerjaan rumah memakan waktu sekitar dua bulan. Ironisnya, rumah Aji sempat ambruk tepat setelah bantuan disetujui, namun hal itu justru mempercepat penanganan.

Cobaan lain pernah datang sebelum Aji mendapatkan bantuan rehab rumah, Aji terserang stroke. Kejadian itu berlangsung tiba-tiba saat ia membersihkan rumah akibat talang air yang putus. Dalam waktu singkat, mulut dan lidahnya kaku, tidak bisa berbicara. Tanpa pendamping, Aji berangkat sendiri ke Puskesmas menggunakan sepeda motor butut.

Petugas medis segera merujuknya ke UGD rumah sakit karena masih berada dalam masa emas penanganan stroke. Berkat penanganan cepat dan fasilitas BPJS Kesehatan, nyawanya berhasil diselamatkan dan kondisinya berangsur pulih.

“Alhamdulillah saya tertolong. Semua ditangani dengan baik,” ujarnya.

Setelah menerima bantuan rehabilitasi rumah, Aji memastikan bahwa seluruh bantuan diterima utuh tanpa potongan apa pun.

“Tidak ada yang dipotong, sesuai yang disampaikan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Adi, Pak Camat Herman,  Pak Lurah, BPBD, Perkim, Dinas Sosial, dan semua pihak yang membantu,” ucapnya penuh haru.

Sebagai data pendukung, identitas Aji tercantum dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Aji Setiawan, warga Kota Pasuruan. KTP tersebut menjadi dasar verifikasi administrasi dalam proses pengajuan bantuan pemerintah.

Kini, Aji berharap rumahnya dapat kembali menjadi tempat tinggal yang aman dan ia diberi kelancaran rezeki untuk melanjutkan hidup. Kisahnya menjadi cermin bahwa kehadiran negara, ketika tepat sasaran, mampu menyelamatkan dan mengembalikan harapan warga kecil yang nyaris tak bersuara. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aji Warga Kota Pasuruan Lolos dari Stroke dan Rumah Roboh Berkat Kesigapan Walikota Adi Beri Bantuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now