SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Beredarnya video viral yang diduga melibatkan pelajar asal Kabupaten Banyuwangi memantik keprihatinan serius dari Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos.I., M.E.I.
Senator yang akrab disapa Ning Lia ini menegaskan, insiden tersebut harus menjadi alarm keras bagi semua pihak akan pentingnya penguatan literasi digital, pendidikan karakter, serta perlindungan anak di era gempuran media sosial. Menurut Ning Lia, kasus ini tidak boleh sekadar menjadi sensasi publik semata. Sebaliknya, hal ini adalah momentum evaluasi bersama.
"Kasus ini menjadi pengingat bahwa laju teknologi harus diimbangi dengan literasi digital dan pendampingan anak. Kita semua punya tanggung jawab menciptakan ruang digital yang aman bagi generasi muda," tegas Lia Istifhama, Senin (3/8/2026).
Anggota Komite III DPD RI ini secara khusus mengimbau warganet untuk berhenti menyebarluaskan video bermuatan asusila tersebut. Selain berpotensi melanggar hukum (UU ITE), penyebaran video akan memperburuk kondisi psikologis anak dan meninggalkan jejak digital yang merusak masa depan mereka.
"Saya mengajak masyarakat setop menyebarkan video tersebut. Jangan karena penasaran, kita ikut andil merugikan masa depan orang lain. Setiap unggahan punya konsekuensi hukum dan sosial, mari lebih bijak," imbaunya.
Ning Lia juga mengingatkan bahwa karena pihak yang terlibat masih berstatus pelajar atau anak di bawah umur, pendekatan yang dipakai harus mengutamakan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Mereka tetap berhak atas perlindungan dan pembinaan, bukan stigma sosial seumur hidup.
Guna mencegah kasus serupa terulang, Ning Lia mendesak lembaga pendidikan untuk menjadikan literasi digital sebagai menu wajib dalam pendidikan karakter di sekolah. Edukasi terkait privasi, etika bermedia sosial, dan keamanan digital harus terus digaungkan.
Di sisi lain, peran keluarga tak kalah krusial. "Orang tua adalah benteng pertama. Pendampingan aktivitas digital anak harus diperketat agar gawai digunakan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab," jelasnya.
Sebagai langkah pemulihan, Ning Lia meminta sinergi dari pemerintah daerah (Pemda), pihak sekolah, serta tenaga profesional untuk segera memberikan pendampingan psikologis kepada pelajar yang terlibat.
"Anak-anak ini harus tetap bisa melanjutkan pendidikan dan menjalani pembinaan tanpa kehilangan masa depannya," tutur Ning Lia.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kasus Banyuwangi ini sebagai bahan refleksi tingkat tinggi.
"Yang harus kita viralkan adalah edukasinya, bukan kontennya. Yang dikuatkan perlindungannya, bukan stigmanya. Mari wujudkan ruang digital yang sehat dan bermartabat bagi penerus bangsa," pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?