Banner Iklan

Bupati Buleleng Kunker di Kabupaten Madiun, Harapkan KPBU APJ Bisa Diterapkan di Daerahnya

JSN Admin 2
10 Agustus 2026 • 15.35 WIB
Bupati Buleleng Bali disambut Bupati Madiun, Hari Wuryanto saat studi penerapan KPBU sektor APJ./dok.DNY-HUM

MADIUN | JATIMSATUNEWS.COM: Bupati Buleleng, Bali beserta jajarannya melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Madiun guna mempelajari implementasi Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) pada sektor Alat Penerangan Jalan (APJ).

Melalui kunker ini, Bupati Buleleng berharap penerapan sama bisa berhasil seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun.

Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Buleleng tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara langsung.

Rombongan Pemkab Buleleng disambut Pemkab Madiun di Ruang Rapat IT, Puspem, Caruban, Senin (10/8/2026).

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menyampaikan tujuannya ke Kabupaten Madiun adalah untuk mempelajari implementasi KPBU APJ yang sudah berjalan di Kabupaten Madiun.

Ia pun mengharapkan bahwa KPBU APJ ini juga bisa diterapkan di Kabupaten Buleleng.

Dirinya memaparkan, fiskal di daerahnya rendah, sementara tantangan pembangunan daerahnya semakin kompleks. Sehingga, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan publik terus meningkat.

Maka, kondisi itulah yang menuntut pemerintah daerah untuk menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan agar pelayanan kepada masyarakat tetap dapat ditingkatkan tanpa memberikan tekanan yang berlebihan terhadap APBD.

"Karena fiskal kami rendah Pak, di Bali. Untuk belanja juga cukup tinggi. Maka itu, kami mohon arahannya dari Pak Bupati beserta jajaran terkait implementasi KPBU APJ ini. Dan terima kasih, Pak Bupati beserta jajaran sudah meluangkan waktunya bagi kami," ucap Sutjidra.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Buleleng beserta jajaran, karena Kabupaten Madiun telah menjadi pilihan tujuan studi untuk berbagi pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur melalui skema KPBU.

Ia pun mengungkapkan bahwa mekanisme penerapan KPBU dengan menggunakan skema design-build-finance-operate-maintenance-transfer (DBFOMT) untuk mengatasi keterbatasan anggaran.

"Terima kasih, ini merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tujuan studi bagi Pemkab Buleleng, dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan infrastruktur skema KPBU ini, melalui pembangunan yang lebih efisien, cepat dan berorientasi pada peningkatan investasi serta manfaat bagi daerah," ungkap Bupati Madiun.

Bupati Hari mengatakan bahwa penerangan jalan memang memiliki peran vital dalam meningkatkan keselamatan masyarakat, menekan angka kriminalitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

"Manfaat KPBU APJ bagi daerah ini sangat penting pak Bupati, terlebih tempat-tempat dark spot itu. Yang bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Kalau dengan adanya penerangan ini, Insyaallah angka kecelakaan bisa ditekan," ujarnya.

Hari Wuryanto menambahkan, keberhasilan KPBU APJ ini tak lepas dari adanya perencanaan yang matang, regulasi, sinergi, dan komunikasi yang baik. Sehingga, keberhasilan ini siap untuk dibagikan kepada daerah-daerah lain.

"Mudah-mudahan ini nanti bisa menjadi acuan bagi Pemkab Buleleng untuk bisa memberikan penerangan kepada masyarakat lebih baik lagi, meskipun saat ini juga sudah ya. Kami yakin bisa, karena Buleleng kan tempat wisata," tegasnya.

Adapun di akhir kegiatan, dilakukan pertukaran plakat antara Pemkab Madiun dan Pemkab Buleleng, dengan harapan pertemuan ini makin mempererat kerja sama dan menjadi awal kolaborasi yang baik. Sehingga, diharapkan setiap daerah dapat mengembangkan kebijakan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat.(DNY/HUM)

Editor: YAN

Baca juga: Pemkab Kuningan Jabar Pelajari Konsep KPBU Kabupaten Madiun


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bupati Buleleng Kunker di Kabupaten Madiun, Harapkan KPBU APJ Bisa Diterapkan di Daerahnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?