Banner Iklan

Susuri Perbukitan Alor, Mahasiswa FIKES UMM Berantas Stunting dan Hapus Mitos Gizi di Pelosok NTT

Admin JSN
22 Juli 2026 | 10.11 WIB Last Updated 2026-07-22T03:11:55Z

 

Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang saat menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:  Kepedulian terhadap ketimpangan informasi kesehatan dan keterbatasan ekonomi di pelosok Nusantara ditunjukkan secara nyata oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Sebanyak 10 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) diterjunkan langsung ke Desa Probur, Kecamatan Alor Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kehadiran delegasi 'Kampus Putih' ini dibalut dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) yang dijadwalkan berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Misi utama mereka jelas: mendongkrak kesejahteraan masyarakat pelosok dengan memberantas stunting dan kemiskinan ekstrem.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT tahun 2025, situasi gizi balita di Kabupaten Alor terbilang memprihatinkan dengan rincian sebagai berikut:

  1. Persentase Balita Stunting: 22,59%.
  2. Total Balita Terdampak: 2.888 jiwa.
  3. Kategori Keparahan: 705 jiwa (sangat pendek) dan 2.184 jiwa (pendek).

Koordinator sekaligus peserta KKN Tematik GENTASKIN Batch 2 FIKES UMM, Tristan Gilang Antoro, membeberkan realita di lapangan. Dari hasil pemetaan awal, diketahui mayoritas warga hanya mengandalkan pekerjaan musiman sebagai petani kemiri dan porang. Lesunya roda ekonomi ini diperparah oleh mitos budaya yang mengakar kuat seputar asupan gizi anak.

"Mayoritas masyarakat di sini masih sangat minim informasi medis dan lebih memercayai budaya setempat terkait asupan gizi anak, ditambah lagi faktor kemiskinan akibat penghasilan bertani yang tidak menentu menjadi pemicu utama tingginya angka stunting," ujar Tristan, Selasa (21/7/2026).

Blusukan Sejauh 3 Kilometer Tembus Perbukitan

Merespons polemik tersebut, tim KKN UMM bergerak cepat menggandeng puskesmas setempat untuk menginisiasi langkah preventif. Edukasi digencarkan melalui pendampingan intensif di posyandu serta pembagian selebaran panduan pencegahan gizi buruk.

Tantangan alam tak lantas menyurutkan nyali. Para mahasiswa ini rela berjalan kaki menembus medan perbukitan sejauh tiga kilometer hanya demi memastikan pendataan warga berjalan akurat. Kelancaran aksi sosial ini juga tak luput dari peran Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) UMM yang memberikan dukungan penuh, mulai dari memfasilitasi akomodasi hingga penyesuaian jadwal ujian akademik.

Meruntuhkan Sekat Budaya dan Bahasa

Di luar program kerja formal, kehadiran mahasiswa UMM sukses memenangkan hati warga Desa Probur. Lewat interaksi humanis—seperti ikut mencari kayu bakar di hutan hingga menumpang fasilitas sanitasi warga—sekat perbedaan budaya dan bahasa perlahan runtuh.

Tristan menekankan bahwa kunci utama keberhasilan pengabdian di pelosok adalah ketulusan dalam berbaur.

"Pengabdian ini bukan sekadar tentang menjalankan program kerja, melainkan bagaimana cara mahasiswa UMM melebur, menghargai budaya lokal, dan melakukan pendekatan tulus hingga masyarakat menganggap delegasi Kampus Putih sebagai bagian dari keluarga mereka sendiri," paparnya.

Pengalaman lintas budaya ini sekaligus menjadi bukti nyata ketangguhan lulusan UMM dalam menjaga kecerdasan sosial di lingkungan yang serba terbatas. Menutup keterangannya, Tristan menitipkan pesan moral bagi generasi mahasiswa selanjutnya yang akan mengabdi di pelosok Nusantara.

"Bagi rekan-rekan mahasiswa yang kelak akan meneruskan langkah pengabdian ke sini, persiapkan fisik dan mental untuk berbaur, karena kalian mungkin datang dengan keraguan, tetapi dipastikan akan pulang dengan air mata perpisahan," pungkasnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Susuri Perbukitan Alor, Mahasiswa FIKES UMM Berantas Stunting dan Hapus Mitos Gizi di Pelosok NTT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now