Banner Iklan

Gebrakan Kampus Putih! UMM Terjunkan 4.134 Mahasiswa KKN Berdampak Hingga ke Pelosok dan Mancanegara

Admin JSN
28 Juli 2026 • 14.49 WIB

 

Suasana pelepasan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tahun 2026.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Semangat pengabdian kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mengusung jargon sebagai Kampus Inovasi, Mandiri, dan Berdampak, Kampus Putih ini secara resmi melepas 4.134 mahasiswa tangguhnya untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026.

Pelepasan akbar ini digelar meriah di Dome UMM pada Selasa (28/7/2026). Fokus utamanya tak main-main: penguatan masyarakat desa melalui pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) dan optimalisasi potensi lokal yang berkelanjutan.

Demi menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswanya saat mengabdi, pihak kampus juga telah memastikan seluruh peserta ter-cover penuh oleh asuransi BPJS selama masa KKN berlangsung.

Penyebaran ribuan mahasiswa ini dilakukan secara sistematis melalui empat skema besar. Pertama, KKN Muhammadiyah Aisyiyah (MAs) yang diikuti 1.707 peserta gabungan dari 58 Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Kedua, skema masif KKN Berdampak yang diikuti oleh 2.370 mahasiswa.

Tak hanya di dalam negeri, UMM juga melepas 57 mahasiswa dalam KKN Internasional Berdampak ke luar negeri. Selain itu, ada 10 mahasiswa unggulan yang diterjunkan khusus dalam misi KKN GENTASKIN (Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem) untuk membedah problem sosial di pelosok negeri.

Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., dalam arahannya menegaskan bahwa ajang KKN merupakan laboratorium sosial yang nyata bagi mahasiswa untuk memadukan teori akademik dan kepedulian sosial di lapangan.

"Program ini pada prinsipnya adalah upaya mewujudkan gerakan nyata yang sistematis dan holistik agar kelak terbentuk pribadi berkarakter tangguh yang mampu memberi solusi bagi kemajuan kehidupan masyarakat," tegas Prof. Nazaruddin.

Apresiasi dan dukungan penuh turut datang dari Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. Ia menyebut program ini sebagai wujud transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada dampak nyata.

"Kalian adalah agen perubahan yang harus menghadirkan kompetensi dan kepedulian sehingga manfaat pendidikan tinggi benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," jelas Prof. Dyah.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pendidikan, Budaya, dan Olahraga, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd., juga menitipkan pesan penting. Ia mengimbau mahasiswa untuk pandai beradaptasi dengan budaya lokal dan menghadirkan solusi konkret atas permasalahan warga setempat.

"Ukuran keberhasilan pengabdian bukan terletak pada tebalnya laporan kegiatan, tetapi sejauh mana kehadiran mahasiswa benar-benar dirasakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas Prof. Irwan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gebrakan Kampus Putih! UMM Terjunkan 4.134 Mahasiswa KKN Berdampak Hingga ke Pelosok dan Mancanegara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?