Banner Iklan

Surabaya Hari Ini 11: Cak Armuji Bakal Tampil Baca Puisi Merayakan Bulan Bung Karno

Admin JSN
17 Juni 2026 | 19.34 WIB Last Updated 2026-06-17T12:34:45Z
Forum Pegiat Kesenian Surabaya menggelar Surabaya Hari Ini #11: Membaca Surat & Sajak Bung Karno bersama Cak Armuji dkk./dok.FPKS

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM - 

Surabaya Hari Ini 11: Cak Armuji Bakal Tampil Baca Puisi Merayakan Bulan Bung Karno

Forum Pegiat Kesenian Surabaya merayakan Bulan Bung Karno dengan menggelar acara Sastra dan Musik pada Jumat, 19 Juni 2026.

Acara ini akan digelar mulai malam pukul 19.00 WIB sampai selesai, di Teras Dewan Kesenian Surabaya, Kompleks Balai Pemuda Surabaya.

Kabar menariknya, Cak Armuji, Wakil Walikota Surabaya bakal hadir dan ikut membaca puisi.

Selain Cak Armuji, juga bakal ada Pembacaan 'Jas Merah' oleh 10 pelukis Surabaya yang sedang memamerkan karyanya di Galeri DKS. Jas Merah (Jangan Sekali Sekali Meninggalkan Sejarah) merupakan pidato terakhir Bung Karno pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.

Selain para pelukis, juga bakal tampil para penyair seperti Denting Kemuning, Mulyadi J. Amalik, dramawan Imam CB, pemusik Edi Jenggot, Mukhsin Amar, Riris, Cak Breng, Gatot Strenkali, Udi Laksono dan Webech Mituhu. Mereka akan membaca Surat dan Sajak-sajak karya Bung Karno.

Bung Karno dan Politik Kebudayaan

Bagi Bung Karno, kebudayaan bukan sekadar urusan seni dan tradisi, melainkan bagian penting dari perjuangan bangsa. Kemerdekaan politik tidak akan berarti jika rakyat masih kehilangan kepercayaan terhadap identitas dan kebudayaannya sendiri.

Bung Karno meyakini bahwa penjajahan bukan hanya menguasai wilayah dan ekonomi, tetapi juga cara berpikir suatu bangsa. Karena itu, kebudayaan harus menjadi alat pembebasan yang membangun kesadaran akan sejarah, jati diri dan kekuatan bangsa. Politik kebudayaan bertujuan menjadikan kebudayaan sebagai tenaga penggerak perubahan sosial dan pembangunan nasional.

Dalam konsep Trisakti, Bung Karno menempatkan prinsip 'berkepribadian dalam kebudayaan' sejajar dengan kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi. Bangsa Indonesia harus terbuka terhadap perkembangan dunia, tetapi tidak kehilangan akar budayanya. Modernitas harus tumbuh dari kepribadian nasional, bukan dari sikap meniru bangsa lain.

Karena itu, seniman dan budayawan memiliki peran strategis sebagai penjaga kesadaran kebangsaan. Seni tidak hanya menciptakan keindahan, tetapi juga menyuarakan kemanusiaan, keadilan dan harapan rakyat.

Di tengah arus globalisasi saat ini, pemikiran Bung Karno tetap relevan. Kebudayaan harus menjadi sumber kepercayaan diri bangsa, bukan sekadar warisan masa lalu atau komoditas hiburan. Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang maju secara ekonomi dan teknologi, melainkan bangsa yang mampu berdiri tegak dengan kepribadian budayanya sendiri.

Kegiatan ini merupakan penutupan dari rangkaian pameran Vivere Pericoloso yang berlangsung sejak 12 hingga 19 Juni 2026.

Forum Pegiat Kesenian Surabaya menggelar Surabaya Hari Ini #11: Membaca Surat & Sajak Bung Karno bersama Cak Armuji dkk./dok.FPKS

Jil Kalaran
Koordinator FPKS

***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Surabaya Hari Ini 11: Cak Armuji Bakal Tampil Baca Puisi Merayakan Bulan Bung Karno

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now