![]() |
| DPD RI Lia Istifhama mengajak Gen Z Jawa Timur untuk tidak gampang baperan tapi ikut berperan penting dalam politik nasional./dok.istimewa |
SIDOARJO | JATIMSATUNEWS.COM - Anggota DPD RI Lia Istifhama menghadiri Sekolah Legislatif Vol. II tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Sekolah Legislatif Vol. II diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Jatim. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi politik bagi generasi muda agar lebih memahami peran strategisnya dalam sistem demokrasi Indonesia.
Wakil Rektor III Umsida Dr. Nurdyansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ainun Amalia hadir dalam agenda tersebut, termasuk Ketua Umum DPM Umsida Bagus Anggara.
Sejumlah narasumber yang hadir, di antaranya anggota DPD RI Lia Istifhama, anggota DPRD Pasuruan Adinda Denisa, perwakilan Badan Anggaran Sidoarjo Zakaria Dimas, Komisioner KPU Sidoarjo Mokhammad Yasin, dan dosen Umsida Rifai Ridlho.
Pada pembahasan tingkat general, anggota DPD RI Lia Istifhama menekankan pentingnya peran aktif generasi Z dalam dunia politik. Menurutnya, perkembangan zaman telah membuka banyak peluang baru, termasuk munculnya profesi non-konvensional seperti influencer yang turut memengaruhi arah opini publik.
"Semua orang pada dasarnya bisa menjadi politisi dalam negara demokrasi. Yang terpenting adalah bagaimana membangun kapasitas kepemimpinan, integritas, serta kepekaan terhadap aspirasi masyarakat," ungkap senator yang akrab disapa Ning Lia pada rilis Minggu (21/6).
Keponakan Gubernur Jatim Khofifah ini juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak dalam sikap emosional—bawa perasaan—atau sekadar mencari popularitas di ruang publik dan digital. Sebaliknya, mahasiswa harus mampu menyuarakan aspirasi secara konstruktif dan berdampak.
"Speak up bukan untuk sensasi, tapi untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Jangan jadi generasi yang baperan, tapi jadilah generasi yang berperan," ujar Lia.
Lia menyinggung pentingnya menjaga integritas dan membangun kepercayaan publik sebagai modal sosial dalam kehidupan berbangsa. Ia juga mengajak mahasiswa memahami konsep kebijakan publik yang responsif, termasuk pentingnya mendengar aspirasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Pada momen sama, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sidoarjo Ainun Amalia mendorong mahasiswa agar tetap memegang teguh idealisme, meskipun nantinya telah terjun ke dunia kerja.
"Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Jangan sampai idealisme luntur ketika sudah masuk dalam sistem. Justru di situlah tantangan untuk tetap membawa perubahan yang lebih baik," tegas Ainun.
Adapun Sekolah Legislatif Vol. II yang digelar Umsida berlangsung dua hari (20–21 Juni 2026) dan di dua lokasi, yakni Kampus Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (hari pertama) dan Gedung DPRD Kabupaten Sidoarjo (hari kedua).
Menurut laman resmi Umsida, program ini telah dilaksanakan pada 2025, namun hanya diperuntukkan bagi internal organisasi mahasiswa Umsida.
Kemudian, program unggulan DPM Umsida ini dibuka untuk tingkat Provinsi Jawa Timur pada edisi kedua, tahun ini (2026).
"Tahun ini berbeda karena kami juga mengundang peserta dari eksternal kampus, yakni mahasiswa aktif se-Jawa Timur," ujar Ketum DPM Umsida, Bagus Anggara.***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?