Banner Iklan

UMM Gandeng Google, Bekali Puluhan Dosen dengan Sertifikasi Gemini AI

Admin JSN
12 Mei 2026 | 16.44 WIB Last Updated 2026-05-12T09:44:39Z
Universitas Muhammadiyah Malang menggandeng Google untuk pembekalan sertifikasi Gemini AI kepada puluhan dosen./dok. UMM

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Universitas Muhammadiyah Malang menggandeng Google untuk membekali puluhan dosen dengan sertifikasi Gemini AI.

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikan tinggi saat ini bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan sebuah kebutuhan esensial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kondisi ini diungkapkan Arija Rose Wanodya, Google Education Specialist, dalam agenda Pelatihan Pemanfaatan AI dan Sertifikasi Gemini AI Google yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Selasa (12/5).

Melalui paparannya, Rose sapaan akrabnya, menegaskan bahwa AI hadir sebagai katalisator untuk memberdayakan pendidik, bukan untuk menggantikan peran mereka.

Melalui pemanfaatan platform Google Workspace for Education, AI generatif berfungsi layaknya asisten kolaboratif tanpa lelah yang mampu mengakselerasi berbagai tugas administratif repetitif.

"Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), perancangan kuis, hingga pembuatan rubrik penilaian yang objektif kini dapat dilakukan dengan sangat presisi. Efisiensi ini memberikan ruang waktu berharga bagi pendidik untuk kembali fokus pada aspek esensial yakni interaksi langsung, bimbingan emosional, dan pengembangan karakter anak didiknya," ungkap Rose.

Sejalan dengan wawasan tersebut, Kepala Biro Informasi dan Komunikasi UMM, Dr. Ir. Suyatno, M.Si., menyatakan bahwa dosen dituntut terus beradaptasi dengan teknologi.

Agenda kolaborasi antara Indosat dan Google Education ini secara khusus diikuti oleh 30 dosen muda, sebagai langkah konkret UMM dalam merespons disrupsi digital.

Suyatno menyoroti fenomena mahasiswa masa kini yang semakin mahir teknologi namun cenderung pasif di ruang kelas. Menurutnya, sejak masifnya penggunaan AI, mahasiswa bisa menggali informasi dengan sangat cepat.

"Kalau kita menulis judul di papan tulis, misalnya tentang animal breeding, mereka sudah mencari sendiri di internet. Jika dosen tidak meramu metode mengajar yang lebih cerdas, kita pasti akan tertinggal," ujar Suyatno.

Ia juga mengkritisi pemberian tugas berupa makalah ketik yang tingkat kesamaannya kini bisa mencapai 80 persen. Ia mengingatkan bahwa raga mahasiswa sering kali terlihat ada di kelas, tetapi jiwa dan pikiran mereka sepenuhnya tertuju pada layar gawai pintar masing-masing.

"AI ini bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sebuah tuntutan nyata kebutuhan zaman. Sama seperti taksi konvensional yang dulu sempat menolak kehadiran transportasi online, jika kita terus bermusuhan dengan AI, maka kita sendiri yang akan kolaps," tegasnya.

Arija Rose Wanodya, Google Education Specialist, mengisi Pelatihan Pemanfaatan AI dan Sertifikasi Gemini AI Google yang digelar UMM./dok. UMM

Pelatihan Pemanfaatan AI dan Sertifikasi Gemini AI Google digelar./dok. UMM

UMM ingin terus berkembang sesuai zaman termasuk mempelajari AI agar dapat memaksimalkannya untuk pendidikan yang bermanfaat./dok. UMM

Puluhan dosen UMM mengikuti pelatihan dan sertifikasi Gemini AI Google./dok. UMM

Acara pelatihan intensif ini dilanjutkan dengan ujian sertifikasi pada sesi kedua. UMM sangat berharap, melalui sertifikasi Gemini AI ini, para dosen muda mampu menularkan virus positif literasi digital kepada rekan sejawat lainnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan tercipta ekosistem pembelajaran yang lebih inklusif, inovatif, serta senantiasa relevan dalam membekali generasi muda menghadapi tantangan global. ***

Editor: YAN


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UMM Gandeng Google, Bekali Puluhan Dosen dengan Sertifikasi Gemini AI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now